Tetap Gunakan Hijabmu Ya Hijabers! | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Tetap Gunakan Hijabmu Ya Hijabers!

Perbuatan dan niat yang baik belum tentu menimbulkan kesan yang baik pula bagi orang yang melihatnya. Tentu komentar yang diberikan tidak hanya tertuju ada satu poin, mengingat macam-macam sifat setiap manusia. Hal yang terjadi adalah ketika seseorang menggunakan hijab untuk kali pertanyanya. Sayangnya komentar yang ia dengar adalah kebanyakan mengatakan bahwa ia akan segera melepas hijabnya ketika sudah mulai gerah. Hal ini merupakan salah satu ujian awal ketika menggunakan hijab. Komentar semacam ini dirasakan hampir semua hijabers. Bagi dia yang memiliki keteguhan hati, biasanya mereka akan meneruskannya menggunakan hijab. Sedangkan untuk yang belum kuat hatinya, maka ia cenderungakan mengikuti komentar-komentar negative dari orang lain.

Hijabers tidak akan terhindar dari komentar buruk yang mematikan dan menjerumuskan. Namun, baiknya kita mengetahui bagaimana cara memperlakukan stigma negative orang lain bagi pengguna hijab.


Menggunakan hijab hanya untuk Allah Ta ‘Alla semata

Menggunakan hijab bukanlah semata merupakan indikasi untuk mengukur tingkat kereligiusan seseorang semata. Bukan pula untuk memperlihatkan wanita memiliki kelemahan lebih dari pria, sedang batasan yang dimaksud merupakan batasan atau hijab tersebut. Namun menggunakan hijab adalah bentuk hubungan antara Allah dan umatnya. Bentuk ketaan seorang hamba pada Pengguasanya. Seperti yang ditunjukkan Surah An-Nur Ayat 31 menerangkan bahwa:

“dan Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklahmereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah merekamenampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Danhendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkanperhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suamimereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atausaudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki mereka, atau puterasaudara-saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budakyang mereka miliki, atau pelayan –pelayan laki-laki yang tidak mempunyaikeinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang auratwanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yangmereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, haiorang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Berusaha berbuat baiksecara konstan

Manusiaadalah tempatnya berbagai macam kesalahan bersemayam. Namun tidak berartimanusia akan selalu melakukan perbuatan salah. Bahkan, mungkin juga pernahmelakukan suatu kebaikan dengan niatan yang buruk. Hal tersebut terhitungsebagai kesalahan dan dosa yang cukup besar. Dengan menyadari hal semacam ituberarti seseorang telah berbuat benar. Akuialah kesalahan lalu memintapengampunan pada Allah Ta’Alla,selanjutnya meminta kesempatan-kesempatan berikutnya untuk menebus kesalahanyang lalu.

Menggunakanhijab disertai berbuat baik secara konstan, akan menghilangkan pengaruh stigma negative orang yang masuk ke pikiran kita.Berbuat baik secara konstan otomatis akan selalu terkoneksi dengan Allah Ta’Alla sehingga Beliau senantiasamelindungi hati dan pikiran kita dari perbuatan dosa.

Memberi nasihat padaorang lain

Siapapunyang memberikan nasihat kepada sesamanya, maka hal tersebut merupakan kebaikan.Ketika menemukan seorang teman yang hendak melepaskan hijabnya karenaalasan-alasan duniawi, maka alangkah baiknya jika menasehatinya dengan tujuanmengingatkannya untuk berbuat baik. Seperti yang dijelaskan dari Surat At-Taubahayat 71 yang menjelaskan mengenai kebaikan yang akan didapatkan ketika mengajakdan mengingatkan seseorang untuk berbuat baik dan meninggalkan larangannya.

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki danperempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yanglain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar,mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya.Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagiMaha Bijaksana”

Memberinasihat pada orang lain yang berniat berbuat buruk akan menghilangkan diri daripengaruh penilaian buruk dari orang lain. Secara otomatis kita akan percayadengan diri sendiri bahwa diri ini merupakan pribadi yang baik, bukan sepertiapa yang orang lain katakan.

 

 

 

 

 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL




RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top