Takut Gagal dalam Bisnis? Ini Cara Rasul Merintis Bisnis Tanpa Gagal | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Takut Gagal dalam Bisnis? Ini Cara Rasul Merintis Bisnis Tanpa Gagal

Akhir-akhir ini Hijabers banyak yang berniat membuka bisnis dalam ranah fashion style, kuliner, online shop dan sebagainya. Sayangnya beberapa orang mundur karena takut mengambil resiko rugi besar. Sepertinya Hijabers perlu mencontoh cara berbisnis Rasullulah, agar jauh dari kerugian besar. Perlu diketahui bahwa Rasullulah bukanlah orang miskin, melainkan Beliau adalah saudagar yang kaya raya. Beliau memiliki banyak bisnis yang tidak pernah gagal sekalipun. Penasaran bagaimana caranya?

 

Personal Branding Kejujuran

Dalam ilmu bisnis dan marketing, branding adalah hal yang penting dilakukan seorang penjual untuk menjual produknya. Selama ini para pebisnis sangat sibuk dalam membuat brand dalam produknya, hingga terkadang lupa dengan personal branding nya. Seberapa penting seorang penjual memiliki personal brand? Rasullulah seorang saudagar yang kaya raya, dengan pembeli yang selalu merasa aman jika membeli barang pada Rasullulah. Hal ini karena Rasullilah Salallahu ‘alaihi wasallam  memperkuat sifat jujurnya sebagai personal branding. Sehingga pembeli tidak merasa khawatir dibohongi. Sifat jujur merupakan personal branding paling kuat untuk pebisnis.

Menepati janji dan tepat waktu

Al Quran Surat Al Maidah ayat 1 menerangkan bahwa sifat orang beriman adalah orang yang menepati janjinya. Hal ini dilakukan Rasullulah untuk memuaskan pelanggan dalam bisnisNya. Ketika pelanggan puas dengan ketepatan waktu yang dijanjikan, atau mendapatkan kualitas barang yang dijanjikan maka pelanggan akan setia dan tidak akan ada alasan untuk tidak membeli barang pada Rasullulah lagi. Hal ini dapat dipraktekkan Hijabers ketika melakukan bisnis, dengan menepati janji sesuai waktu yang dijanjikan, dengan begini  Hijabers dapat dengan mudah meraih banyak pelanggan.

Tidak hanya menepati janji pada pelanggan, Rasullulah juga menepati janjinya untuk tepat waktu membayar gaji karyawannya. Karyawan juga manusia yang memiliki kebutuhan hidup untuk segera dipenuhi. Membayar gaji telat dapat mengakibatkan lunturnya semangat bekerja pada karyawan, sehingga dapat mempengaruhi kelancaran jalannya bisnis yang sedang dijalani.

Menyediakan barang berkualitas

Pembeli tidak semata mencari barang yang murah saja. Kualitas barang pun akan masuk kriteria penilaian pembeli. Rasullulah dalam bisnisnya selalu menyediakan barang dengan kualitas yang tinggi. Kualitas suatu barang juga dapat meraih banyak pelanggan. Biarpun barang yang dijual memiliki harga yang murah namun kualitasnya rendah, bisa jadi pelanggan lebih memilih barang yang sedikit tinggi harganya namun dengan kualitas yang jauh lebih bagus.

Bagi rejeki dengan pedagang lain

Berbisnis bukan berarti harus menenggelamkan bisnis orang lain demi meraih banyak pelanggan. Rasullulah bersabda dalam Hadist Muttafaq “Janganlah seseorang diantara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual orang lain.” Kalau perlu ketika pelanggan tidak menemukan barang yang dicari, berilah refernsi tempat lain. Tidak perlu khawatir kehilangan pelanggan karena Allah Ta’Ala sudah mengatur jalannya rejeki setiap manusia. Seperti pedagang-pedagang Tiongkok yang ada di pecinan. Pernahkah Hijabers berniat belanja di sebuah toko di pecinan namun barang yang dicari tidak kunjung dapat? Maka tidak jarang si penjual akan mereferensikan ke toko lain. Anehnya mereka tidak juga sepi pelanggan walau telah mereferensikan tempat lain. Kuncinya adalah serahkanlah pada Allah semata.

Menghormati pelanggan

Menghormati pelanggan hukumnya adalah wajib bagi pebisnis. Ketika pelanggan merasa dihormati, maka mereka akan senang untuk kembali lagi dan membeli barang dagangannya. Rasullulah selalu menganggap pelanggannya seperti saudaranya, sehingga Beliau mendapat respon yang positif oleh pelanggannya. Siapapun pelanggan Hijabers, bagaimanapun orangnya, menghormatinya tidak bisa dibantahkan lagi.

Manajemen urusan ibadah dan bisnis

Terakhir adalah bisnis bukanlah segalanya. Sebagai manusia masih harus tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslim. Rasullulah menjadi pebisnis yang sukses, kaya raya dan tidak pernah gagal bukan karena Beliau hanya memikirkan bisnisnya semata. Justru yang Beliau utamakan adalah urusan akhirat-Nya. Ketika Hijabers sudah melangkah karena Allah, termasuk berbisnis karena Allah, insyaAllah Allah akan melancarkan jalannya.

 

Cara-cara Rasullulah dalam menjalankan bisnisnya dapat ditauladani. Tidaklah mudah memang, hanya perlu terbiasa dengan cara-cara baik yang Rasul ajarkan pada umat Islam. Sekarang, Hijabers tidak perlu khawatir bisnis gagal jika menauladani cara berbisnis Rasullah Sallahahu ‘Alaihi waSallam.

 

 

 

Writer : Sam

Editor : BL



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top