Mengilhami Harapan di Bulan Ramadhan | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Mengilhami Harapan di Bulan Ramadhan

Harapan bagi manusia adalah segalanya. Tanpa harapan, hidup tidak akan berarti apapun. Setiap orang memiliki harapan yang berbeda. Untuk bulan Ramadhan, alangkah baiknya bagi umat muslim memupuk harapan-harapan positif yang lebih memfokuskan diri pada kehidupan kekal di akhirat.

 

Iman dan Taqwa

Memiliki harapan untuk bertambah iman dan taqwa pada Allah Subhanahu wa Ta’Ala adalah harapan yang sungguh sempurna. Ketika memasuki bulan Ramadhan tentunya umat muslim berlomba memperbaiki iman dan taqwanya. Sayangnya setelah Ramadhan usai, banyak orang mengingkari ibadah-ibadah yang dilakukan ketika bulan Ramadhan. Hal ini menjadikan keimanan dan ketaqwaan akan seseorang lengah. Sangat perlu untuk umat muslim berharap dengan doa agar dijaga keimanan dan ketaqwaannya oleh Allah Subhanahu wa Ta’Ala.   

Harapan diberi ampunan oleh Allah Ta’Ala

Bulan suci ini sangatlah tepat untuk umat Islam memiliki harapan setinggi-tingginya akan besar ampunan yang didapatkannya. Harapan untuk mendapat ampunan tersebut tidaklah bertepuk sebelah tangan. Seseorang yang memiliki harapan untuk diampuni dosanya pasti akan dikabulkan, jika ia juga melakukan langkah-langkah untuk menghapus dosanya. Seperti halnya dengan berbuat baik pada sesama umat muslim, salat berjamaah di Masjid, memeprbanyak salat sunnah, sabar menghadapi cobaan dan lain sebagainya. Banyak sekali langkah-langkah yang dapat dilakukan seseorang untuk menebus dosanya yang telah lalu.

Harapan mendapat pahala yang banyak

Harapan untuk mendapatkan pahala merupakan harapan yang tinggi derajatnya. Ibarat seperti menabung uang asuransi di bank, seseorang tidak akan mendapatkan uangnya jika belum tiba waktu yang ditentukan. Sama seperti pahala yang diharapkan, bisa dilihat dan di rasakan bahkan mungkin disentuh ketika tiba waktunya untuk dihisisab, Agar terlindung dari kemiskinan pahala, maka perlu memupuk harapan untuk diberi kekayaan akan pahala. Sedangkan Ramadhan adalah bulan yang sangat tepat untuk mengharapkan suatu hal yang baik pada diri.

Konsisten pada perbuatan syar’i

Rasullulah Salallahu Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadist At Tirmidzi bahwa Beliau selalu mengucap “Ya Muqallibal Qullub Tsabbit Qalbii’ A’aa Diinika.” Artinya adalah “wahai Dzat yang membolak balikan hati teguhkanlah hatiku berada di atas agamamu.” Makna doa ini merupakan doa bahwa hati manusia berada di genggaman Allah Subhanahu wa Ta’Alla, sehingga Allah akan seantiasa membolak-balikkan hati sesuai kehendak-Nya. Jika tidak memiliki harapan yang kuat agar tetap konsisten dengan Agama Islam, maka bisa jadi seseorang akan memilih jalan yang salah. Sehingga perlu adanya harapan yang kuat agar selalu konsisten pada perbuatan yang berlandaskan Al-Quran dan Al-Hadist. Cara mewujudkan harapan tersebut adalah dengan membaca kalimat yang sering diucapkan Rasullulah Salallahhu ‘Allaihi wasallam.

Harapan panjang usia dan rizki yang lapang

Bulan Ramadhan menjadi salah satu alasan timbulnya budaya untuk menjalin silaturahmi yang telah lama putus. Dengan buka puasa bersama atau setelah Ramadhan berkunjung ke sanak saudara. Harapan yang satu ini memiliki ganjaran berupa umur panjang dan dilapangkan rizkinya. Seperti Hadist Riwayat Bukhari yang menceritakan tentang seseorang yang ingin dilancarkan rizkinya dan ingin dipanjangkan usianya oleh Allah Subhanahu wa Ta’Alla adalah dengan cara menyambung silaturahmi. Tentunya Hijabers jangan sampai melewatkan bulan Ramadhan tanpa bersilaturahmi, karena selain mendapat pahala Hijabers juga dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan usianya.

 

Berharap pada Allah Ta’alla tidak akan mungkin bertepuk sebelah tangan, jika Hijabers bersungguh-sungguh menjalani langkah-langkahnya. Pupuklah harapan-harapan untuk kehidupan akhirat, sehingga harapan untuk selamat hidup di dunia pun akan mengikuti.

 

 

Writer : Sam

Editor :BL



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top