Mari Berhijab Terus dan Terus | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Mari Berhijab Terus dan Terus

Menggunakan hijab adalah salah satu cara untuk menjadi lebih baik dan cara mendekatkan diri pada Allah Ta’Alla. Namun terkadang sering kali orang menganggap bahwa orang berhijab adalah sosok alim, lemah lembut, dan tidak memiliki keburukan. Sebaliknya jika seorang berhijab memiliki sifat yang bertolak belakang dengan sifat-sifat tersebut, maka orang-orang akan mulai menyalahkan hijabnya. Bahkan sempat membandingakan bahwa wanita berhijab belum tentu baik, dan wanita tidak berhijab belum tentu buruk. Secara keseluruhan, terjadi kesalah pahaman dalam memahami antara perintah menggunakan hijab dan akhlak. Untuk membedakannya berikut pemahaman mengenai perintah menggunakan hijab dan akhlak.


Hijab adalah kewajiban

Banyak orang berpikir bahwa hijab adalah akhlak, keduanya memang memiliki hubungan yang kuat. Namun antara hijab dan akhlak adalah sesuatu yang berbeda. Hijab merupakan kewajiban yang tidak bisa dibantahkan lagi hukumnya. Sehingga orang dengan akhlak baik maupun buruk, jika ia adalah seorang muslim maka wajib mengenakan hijab. Banyak wanita yang mengurungkan menggunakan hijab karena belum siap. Ada juga yang bilang bahwa lebih baik tidak menggunakan hijab, karena jika menggunakannya pun masih bongkar pasang.

Seringkali Diaryhijaber.com mengulas mengenai hukum menggunakan hijab untuk seorang wanita yang baligh. Surat An-Nur ayat 31 mengandung perintah agar wanita baligh tidak menunjukkan perhiasan atau auratnya kecuali pada mahram nya saja. Sedangkan surat Al Ahzab ayat 59 mengandung perintah untuk menjulurkan hijabnya ke seluruh tubuh demi keamanan, keselamatan dan menjaga harga diri. Dari kedua ayat tersebut pun sangat jelas hukumnya bahwa seorang wanita wajib menggunakan hijab.

Bagaimana jika wanita-wanita tersebut ingkar kepada kewajiban dalam menggunakan hijab? Rasullulah SAW pernah bersabda pada Ali RA bahwa saat perjalanan mi’raj, Beliau melihat wanita-wanita yang digantung rambutnya dengan otak mendidih di neraka, atas kesalahan tidak menutupi rambutnya.

Banyak wanita yang menyangka bahwa tidak menggunakan hijab merupakan hal yang biasa dan tidak masalah. Namun ketika mengetahui hukuman yang didapatkan akan sangat berat, masihkah ada niatan untuk mengurungkan berhijab demi kesiapan? Terlepas dari ketakutan akan dosa, hijab yang sesungguhnya juga dapat menjaga diri dari kejahatan dan tindak criminal yang marak terjadi kini. Apakah seorang wanita tidak menginginkan dirinya terjaga oleh hijabnya?

Akhlak dan Berhijab

Seorang pakar akhlak, Imam Al Ghazali mendefinisikan akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang dan dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikirannya terlebih dahulu. Dapat disimpulkan bahwa akhlak merupakan perangai, di mana setiap orang memiliki perangai berbeda yang melekat dalam jiwa setiap individu. Dengan kata lain istilah akhlak dapat disetarakan dengan istilah karakter.

Seorang wanita menggunakan hijab belum tentu memiliki akhlak yang baik. Namun wanita tersebut sedang berusaha memperbaiki akhlaknya dengan menggunakan hijab. Ibarat sebuah gedung, akhlak seseorang akan terbentuk ketika ia sudah memiliki pondasi dan tembok yang kuat dan kokoh. Sedangkan pondasi dan tembok yang dimaksud adalah aqidah dan syariat. Sejauh yang dipahami umat muslim, hijab termasuk dalam syariat Islam. Jadi tidak perlu heran jika wanita berhijab belum tentu memiliki akhlak yang baik, karena mereka sedang berusaha untuk memperbaikinya.


Perlu diketahui bahwa wanita yang sudah mengenakan hijab namun akhlaknya belum baik, lebih tinggi drajatnya dari pada dia yang tidak mengenakan hijab walau memiliki perangai baik. Dengan kata lain orang berhijab belum tentu berakhlak baik, sedangkan orang berakhlak baik pasti ia akan berhijab. Maka apakailah terus hijabmu ya Hijabers.

 




Writer : Sam

Editor : BL



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top