Cara Berkumpul dengan Orang Lokal Ketika Tinggal di Negara Non-Muslim | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Cara Berkumpul dengan Orang Lokal Ketika Tinggal di Negara Non-Muslim

Hangout bersama teman memang sangat menyenangkan. Selain dapat bertukar informasi yang bermanfaat, hal ini juga dapat digunakan untuk menyambung tali silaturahmi. Jika kita berkumpul bersama teman-teman yang notabene memiliki budaya sama atau serupa, tentu tidaklah sulit. Namun bagaimana jika harus berkumpul dan berbaur bersama teman-teman dengan budaya yang jauh berbeda. Dalam artian, seorang muslim yang baru saja tinggal di luar negeri untuk sekolah atau bekerja. Dimana negara tersebut memiliki mayoritas masyarakat non-Islam. Mau tidak mau mereka harus berbaur dengan budaya orang lokal, dengan berkumpul bersama mereka.

Seperti contohnya, akhir-akhir ini banyak mahasiswa muslim Indonesia yang berlomba untuk memasuki universita di Inggris. Secara otomatis, mahasiswa muslim Indonesia harus berbaur dengan mahasiswa lokal. Sayangnya untuk berbaur dengan mahasiswa lokal pun cukup sulit dilakukan. Hal ini dikarenakan beda budaya dan tentunya akan berpengaruh pada budaya umat muslim.

Dikutip dari theguardian.com, hal yang mempersulit untuk berbaur dengan orang lokal mungkin adalah budaya clubbing dan minum-minuman beralkohol. Club adalah satu-satunya tempat kumpul yang asik bagi orang-orang Inggris. Mereka akan sangat mudah berbaur dengan orang lain yang juga mendatangi club tersebut. Sedangkan budaya clubbing dan minum mimunan beralkohol adalah hal yang dilarang bagi umat muslim. Lalu bagaimana mahasiswa muslim dari Indonesia harus berbaur dan menemukan tempat asik untuk berkumpul?

Tetap mendatangi club untuk berbaur dan kumpul asik bersama teman lokal. Berdasarkan cerita dari salah satu mahasiswa S2 di Edinbrugh University, ia juga sempat main bersama teman lokalnya ke club. Bahkan mahasiswa ini merupakan sosok yang berkerudung dan taat menjalankan syariat. Lantas apa yang ia lakukan di dalam club?

Tentu Islam melarang seseorang untuk meminum minuman yang mengandung alkohol. Bahkan hanya pergi ke club saja sudah dilarang. Sayangnya club adalah satu-satunya jalan paling mudah bagi seseorang untuk berbaur dan tidak terkucilkan di Inggris. Kembali pada cerita mahasiswa Indonesia tersebut, mau tidak mau ia harus masuk kedalam club dengan tetap menggunkan hijabnya. Namun ia hanya duduk, ngobrol asik dan minum air mineral, tidak lebih. Untungnya orang-orang yang ada di club tidak memandangnya aneh. Mereka tetap menerimnya walaupun hanya minum air mineral dan duduk saja.

Sayangnya hal yang dilakukan mahasiswa tersebut sangat sulit dilakukan. Terlebih bagi orang yang memiliki iman dibawah rata-rata. Jadi jika ingin bergaul dengan berkumpul dengan teman luar negeri, disarankan mencari tempat lain selain club. Ternyata masih ada club lain yang jauh dari minuman beralkohol.

Club sosial dan olahraga. Di Inggris masih sangat familiar dengan club-club semacam ini. Jika hijaber sering nonton drama-drama Inggris, maka mereka akan memaknai club semacam ini untuk bersosialisasi. Bahkan tidak jarang, mereka akan sering hang out dengan clubnya tersebut ke suatu tempat. Walaupun hanya sekedar untuk ngobrol dan tidak melakukan aktifitas klubnya.

Mengikuti club sosial dan olahraga ini dapat digunakan untuk sarana berkumpul dan berbaur dengan orang lokal. Dengan mengikuti club semacam ini, mahasiswa muslim akan mendapatkan kenyamanan dalam berteman. Mereka tidak lagi perlu khawatir dengan alkohol. Selain itu sifat-sifat orang yang mengikuti club sosial dan olahraga cenderung lebih bisa menerima perbedaan.

Banyak cara yang dapat digunakan untuk berkumpul asik bersama teman-teman lokal, ketika kita berada di negeri orang. Walaupun beda budaya, namun, tetap masih ada kelompok lokal yang sesuai dengan budaya umat muslim. Sehingga kelompok-kelompok tersebut dapat diikuti tanpa adanya kekhawatiran harus berkumpul dengan sekelompok orang mabuk di dalam club.

 

 

 

Writer : Sam

Editor : BL



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top