DiaryHijaber
Aktivitas Remaja Afganistan di Tengah Serangan Taliban | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Aktivitas Remaja Afganistan di Tengah Serangan Taliban


Melihatserang-serangan yang dialami oleh Afganistan, sepertinya membuat semangat remaja-remaja di sana luntur. Serangan-serangan yang menyebabkan isak tangis dan ketakutan yang mendalam, telah mengisolsi warganya tanpa bisa berbuat apapun yang mereka inginkan dan senangi. Namun ternyata, di tengah ketakutan yang mendera, beberapa kelompok remaja di Afghanistan ini menemukan aktivitas yang bisa seolah membuat mereka terbebas dari rasa takut tersebut.


Memanfaatkan Olahraga Parkour

Ditengah debu dan reruntuhan puing-puing gedung di Afganistan, remaja-remaja Afgnanistan menemukan sebuah ativitas yang cukup mengurangi ketakutan dan tangis mereka. Mereka mengaktivkan kegiatan olahraga bernama ‘parkour’ untuk mengisi hari-hari mereka.

Olahraga parkour ini berasal dari Perancis dan muncul di awal tahun 90-an. Parkour juga dikenal dengan istilah free-running, dengan berlari dan melompati rintangan dengan sangat cepat. Olahraga ini bisa ditemukan di adegan-adegan film action, seperti pada film skyfall.

Menurut mereka melakukan kegiatan parkour dapat membawa suasana kegembiraan dan seolah merdeka di tengah kota yang penuh dengan ketakutan akan serangan Taliban. Olahraga ini member nafas baru bagi remaja-remaja Afganistan. Selain itu olahraga tersebut dapat mengobati kerinduan mereka pada olahraga-olahraga seperti sepak bola dan bodybuilding, yang dilarang dilakukan sejak tahun 1996. Dengan belajar beberapa disiplin olahraga berupa lari, acrobat dan gymnastic yang pernah terlupakan karena perang, mereka kembali menemukan sedikit suasana baru.

Sejak serangan Taliban, masyarakat Afghanistan terisolasi dan seolah tidak dapat menemukan kebahagiaan mereka. Berkat olahraga parkour, masyarakat menjadi menemukan dunianya kembali. Dengan melihat remaja-remaja yang berlatih parkour, masyarakat dapat kembali tertawa dan terlepas dari ketakutan.

Self-Taught

Parkour terbilang olahraga baru yang memiliki ribuan praktisi di seluruh dunia, sayangnya tidak untuk Afghanistan. Di Afghanistan olahraga semacam ini belum popular, sehingga mereka harus mempelajarinya melalui internet. Mereka belajar secara outodidak sejak enam tahun lalu yang dilakukan tiap hari.

Dengan memanfaatkan bangkai bus tua, melompat dari satu bus ke buslainnya olahraga parkour bagi remaja Afghanistan sungguh sangat berharga. Diharapkan olahraga ini dapat membantu Afghanistan tetap berada di dalam jalur progresif, dengan tidak menjadi tertinggal oleh zaman karena serangan-serangan yang ia dapatkan.

Parkour untuk wanita

Parkour tidak hanya untuk laki-laki saja. Namun remaja perempuan juga bisa mengikuti olahraga ini. Dengan syarat remaja perempuan yang belajar parkour harus berada di dalam gedung. Mengingat konsep konservatif di Afghanistan, wanita yang melakukan kegiatan seperti laki-laki jauh dari kesan sopan. Jika wanita juga berlatih di luar ruangan, mereka akan menilai wanita tersebut tidak moral dan berperilaku yang buruk.

Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun bernama Gulbahar Ghulami, adalah seorang atlet nasional gymnastic. Ia memilih berpindah profesi sebagai seorang atlet parkour. Dengan semangatnya ia berharap bisa menjadi seorang atlet parkour wanita pertama di Afghanistan, mengingat hanya sedikit kesempatan yang didapatkan perempuan di Arghanistan untuk olahraga yang satu ini.


Hijabers, Afghanistan adalah negara yang masih dilanda konflik. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat juang remaja-remajanya. Termasuk remaja perempuannya yang memiliki harapan untuk mengejar ketertinggalan di tengah isolasi masyarakat yang sungguh ketat. Cerita di atas harusnya juga dapat menimbulkan semangat bagi kita yang hidup dalam zona nyaman ini. Perempuan di Indonesia masih bisa melakukan hal-hal apapun yang diinginkan, dan disenangi dengan bebas dan penuh tanggung jawab. Bersyukurlah, karena Indonesia senantiasa diberi keamanan dan kebebasan dalam berekspresi.

 

 

 


 

 

Writer : Sam

Editor : BL

Source: aquila-style.com




RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top