Untung Ada Islam | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Untung Ada Islam

210 kali dilihat

Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi semesta alam. Islam juga punya aturan yang sangat memuliakan wanita. Ia juga banyak membela hak-hak wanita yang sebelum kedatangannya, wanita banyak dianggap sebagai manusia kelas 2. Kok bisa? Ya memang begitulah. Sebelum kedatangan Islam, nyatanya wanita banyak hidup dalam kondisi yang sangat nggak layak banget.

Dijaman sebelum kedatangan Islam, bayi-bayi wanita yang lahir dikubur hidup-hidup. Di dalam Al Quran pun disebutkan, (yang artinya), “Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki). Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An-Nahl: 57-59)

“Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh?.” (QS. At-Takwir: 8-9).

Orang musyrik dahulu benar-benar nggak suka dengan lahirnya anak perempuan. Karena mereka seperti menanggung malu yang sangat dengan kelahiran bayi perempuan mereka. Karena itulah mereka lalu menguburkan anak perempuannya itu kedalam tanah, hidup-hidup! Tapi bila anak perempuan itu bisa selamat dari siksaan seperti itu, maka dia akan hidup dalam keadaan direndahkan dan sama sekali tidak berhak atas hak waris.

Ketika Islam belum datang, laki-laki juga boleh punya istri berapapun alias nggak terbatas jumlahnya. Tapi begitu Islam hadir, aturanpun dirombak.  Dari Qois bin Al Harits, ia berkata, “Ketika aku masuk Islam, aku memiliki delapan istri. Aku pun mengatakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hal tersebut, lalu beliau bersabda: Pilihlah empat saja dari kedelapan istrimu tersebut.” (HR. Ibnu Majah)

Di dalam Al Quran juga disebutkan pembatasan adanya jumlah istri yang dimiliki oleh sorang laki- laki. “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An Nisa’: 3).

Dan ketika seorang laki-laki lebih cenderung pada salah satu istrinya saja dalam hal malam dan nafkah, maka inilah keadaan yang dikabarkan oleh Rasulullah tentang laki-laki tersebut.  “Siapa yang memiliki dua orang istri lalu ia cenderung kepada salah seorang di antara keduanya, maka ia datang pada hari kiamat dalam keadaan badannya miring.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

Wanita pada saat itu juga hanya sekedar alat penerus generasi dan semacam pembantu rumah tangga serta pemuas hasrat seksual laki-laki. Wanita juga dianggap tidak memiliki jiwa, apalagi hak yang sama dengan laki-laki. Mereka juga bisa dengan bebas diperjualbelikan. Benar-benar martabat wanita sungguh sangat rendah saat itu.

Tapi untungnya Islam datang. Dan akhirnya wanita memiliki kesetaraan dengan laki-laki di hadapan Allah. Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya), "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang Muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS Al Ahzab: 35)

Kawan, bayangkan bila Islam nggak ada dalam kehidupan kita sekarang ini. Akan sangat rendah dan direndahkan sekali kita. Karena itu kitapun seharusnya bersyukur dengan datangnya Islam ditengah-tengah kita. Dan sebagai wujud rasa syukur kita, sudah selayaknya kita patuh kepada aturan Islam, agar menjadi tinggilah derajat kita sebagai wanita yang mulia. Bukan begitu, bukan?

 

(NayMa)

 

 


Artikel Terkait Lainnya..
Aurat Itu Seni?

RELATED ARTICLE