Untuk Mereka Yang Selalu Saja Mencari Celah Buat Mencela Orang Lain | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Untuk Mereka Yang Selalu Saja Mencari Celah Buat Mencela Orang Lain

302 kali dilihat

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim (QS. Al Hujuraat :11)

Itulah firman Allah yang tertulis didalam Al Quran tentang larangan buat kita mencela orang lain. Secara disadari atau nggak, ada diantara kita sebagai manusia yang seringkali suka aja cari celah, dan mencari-cari alasan biar bisa mencela orang lain. Alasannya sih macam-macam, dari mulai kita yang benci dia, kita yang iri sama dia atau malah karena adanya sifat sombong yang ada di kita.

Memang begitulah kalau hati kita sudah terkena penyakit hati. Mulutpun akhirnya jadi gambaran kotornya hati kita itu yang bisa kita lihat dari pilihan diksi kita. Nggak ada tuh cerita kalau orang hatinya bersih bakal nggak karuan kualitas mulutnya.

Orang yang sibuk dengan mencela orang lain, bisa dipastikan akan lupa pada acara perbaikan dirinya sendiri. Karena waktunya akan habis dengan mencari cara, cari info, dengan kiri kanan, tanya kiri kanan, mengawasi depan belakang, biar dia segera dapat berita tentang orang yang ingin dicelanya itu. Hal sebaik apapun, kebaikan sebesar apapun, perbaikan diri sebanyak apapun, nggak akan memberikan pengaruh apa-apa kepadanya. Karena yang dia inginkan cuma sekedar mencela, merendahkan, dan mencari kekurangan dari orang lain.

Jika kita termasuk sebagai orang dengan tipe begini, siap-siap saja rugi. Rugi karena akan dijauhi orang-orang disekitar kita, rugi karena justru akhlak jelek akan dicap kan atas diri kita. Next, kitapun juga akan sibuk “bertengkar” dengan hati nurani kita sendiri, karena hati nurani pasti akan menunjukkan jalan kebaikan yang kita banyak selisihi itu. Dan yang paling besar adalah marahnya Allah karena kita yang nggak bisa menjaga lidah kita.

Dengan begitu banyaknya kerugian yang kita dapatkan dari acara mencela orang lain, maka lebih baiknya memang kita kudu jauh-jauh dari kegiatan buruk ini. Secara, umur kita yang singkat ini memang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya biar kita nggak banyak rugi bandar nanti di akhirat. Sibukkan saja diri kita dengan banyak perbaikan pada diri sendiri, dan biarkan orang lain dengan kehidupannya sendiri.

Jika ternyata mereka nggak baik, kita cukup mengingatkan dan mendoakannya saja, bukan malah sibuk menguliti dan atau mencelanya, karena justru kita nanti yang akan terlihat sangat tercela. Hari pertanggungjawaban setiap detiknya akan semakin dekat pada kita. Pikirkan banyak-banyak saja tentang nasib kita sendiri, tentang bagaimana kita harus menjawab banyak hal tentang hidup kita dan yang telah kita lakukan di dunia, di hadapan Allah nanti. InshaAllah dengan begini bahkan waktu kita sudah sangat terbatas, bahkan untuk sekedar mencela atau melirik kejelekan dan kekurangan orang lain. Setuju?

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE