Transaksi Jual Beli Online Apakah Diperbolehkan? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Transaksi Jual Beli Online Apakah Diperbolehkan?

509 kali dilihat

Zaman semakin maju dan teknologi pun semakin canggih. Hal ini jelas berpengaruh dalam kehidupan manusia. Salah satunya adalah dalam praktik perdagangan atau jual beli. Jika dahulu manusia banyak dibatasi waktu, tempat, ruang, dan lainnya, namun kini batasan-batasan itu benar-benar dapat dilampaui. Dengan memanfaatkan jaringan internet atau biasa kita kenal dengan sistem online, kita dapat memasarkan barang sebanyak mungkin, sekaligus juga menjaring lebih banyak konsumen.

Jual beli online pada prinsipnya sama seperti jual beli offline. Namun yang membedakanya adalah proses transaksi (akad) dan media utama dalam proses tersebut. Hukum dasar jual beli online sama seperti akad jual beli adalah diperbolehkan dalam Islam. Namun, bukan berarti tidak ada rambu-rambu yang mengaturnya. Jual beli online diperbolehkan selama tidak mengandung unsur-unsur yang dapat merusaknya seperti riba, kezaliman, penipuan, kecurangan dan sejenisnya serta dalam pelaksanaannya memenuhi rukun-rukun dan syarat-syarat jual beli. Semua aturan tersebut harus tetap dijaga agar kita juga mendapatkan nilai keberkahan dari Allah ‘Azza wa Jalla dalam usaha kita tersebut.

Produk Kita pun Haruslah Halal

Islam dengan tegas mengharamkan hasil perniagaan barang atau layanan jasa yang haram, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya bila Allah telah mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu, pasti Ia mengharamkan pula hasil penjualannya.” (HR Ahmad).

 

Harga Barang Juga Harus Sesuai Dengan Kualitas Barang.

Di dalam jual beli online kerap kali dijumpai banyak pembeli merasa kecewa setelah menerima barang yang telah dibeli secara online, entah itu kualitas atau ukurannya yang ternyata tidak pas dengan badan. Karena itu, sebelum hal ini terjadi penjual harus menyesuaikan antara harga dengan kualitas barang yang ditawarkan. Sebaiknya ketika menjual barang secara online dilampirkan foto riil keadaan barang yang akan dijual tersebut. Hal ini adalah sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak terjadi penipuan (ghoror) dalam jual beli. Sebab, Rasulullah melarang praktik yang demikian, sebagaimana  dalam sebuah hadist dinyatakan, “Rasulullah SAW melarang jual beli yang di dalamnya terdapat penipuan.” (HR Muslim).

 

Kejujuran Antara Penjual dan Pembeli Harus Diutamakan.

Terkadang masalah muncul dalam perniagaan secara online ini, terutama yang berkaitan dengan tingkat amanah kedua belah pihak. Sebagai contoh, seorang pembeli yang melakukan pemesanan barang, namun setelah barang tersebut dikirim kepadanya ia tidak melakukan pembayaran atau tidak melunasi sisa pembayarannya. Atau penjual yang setelah menerima transfer sejumlah uang, namun ternyata tidak mengirimkan barang yang telah dipesan oleh pembeli. Karena itu kepercayaan dan kejujuran adalah sangat dipentingkan dalam perniagaan secara online tersebut.

 

Status Penjual Dan Pembelipun Juga Harus Jelas.

Apabila kita ingin melakukan jual beli secara online hendaknya kita harus memastikan dahulu dengan jelas status atau siapa pembeli barang yang ditawarkan atau status si penjual yang barangnya akan kita beli. Hal ini dapat mengurangi tindakan penipuan yang mungkin terjadi.

Hijabers, Islam sangat menekankan kepuasan diantara pihak penjual dan pembeli. Karena itu kita harus lebih berhati-hati dalam jual beli online tersebut. Jika kita adalah pembeli, jangan gampang tergiur dengan hanya sekedar melihat foto dari barang tersebut, namun dapatkan informasi lebih banyak tentang barang tersebut agar kita tidak kecewa. Apabila kita adalah penjual jangan sampai kita hanya mengutamakan keuntungan semata lalu menghalalkan segala macam cara. Dengan begitu, Insya Allah barang atau harta yang didapatkan akan menjadi berkah. Aamiin.



RELATED ARTICLE