"Terompet Tahun Baru", Kita Harus Tau | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

"Terompet Tahun Baru", Kita Harus Tau

(Diaryhijaber.com) - Udah malam menjelang taun baru nih. Pasti kamu kamu ada yang pada ngrayain eaa??? udah pada punya trompet juga kah?. Katanya, taun baru tanpa trompet tuh nggak seru. Gitu bener say??.

Eh tapi udah pada taukah kenapa taun baruan tuh kudu pake terompet biar rame???

Tradisi niup terompet ini awalnya digawangi ama kaum Yahudi buat nyambut tahun baru mereka yang jatuh di bulan ke tujuh pada sistem penanggalan mereka. 

Next, sejak bangsa Romawi kuno berkuasa atas mereka di tahun 63 sebelum masehi, perayaan itu digantilah di bulan Januari. Dan mulai saat itu mereka lempeng ngikutin kalender Julian yang kemudian dirubah menjadi kalender Masehi alias kalender Gregorian. Tradisi taun baruan pun rutin digelar tiap taun. 

Dulu pas taun baruan gini, orang Yahudi pada ngadain introspeksi diri. Mereka juga meniup shofar, yaitu alat musik sejenis terompet getuuh. Bunyinya pun mirip mirip terompet kertas yang up date sekarang nie. 

Nggak cuma itu aja, dulu terompet itu juga dipake di keseharian mereka. Orang orang yahudi itu biasa ngumpulin umat mereka buat ibadah bareng di dalam sinagoge (tempat ibadah) mereka dengan niup niup terompet juga, say.

Di sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abdullah bin Umar -radhiyallahu anhu- Rasulullah SAW pernah bersabda, yang artinya

"Dulu kaum muslimin ketika datang ke Madinah, mereka berkumpul seraya memperkirakan waktu sholat yang (saat itu) belum di-adzani. Di suatu hari, mereka pun berbincang-bincang tentang hal itu. Sebagian orang diantara mereka berkomentar, “Buat saja lonceng seperti lonceng orang-orang Nasrani”. Sebagian lagi berkata, “Bahkan buat saja terompet seperti terompet kaum Yahudi”. Umar pun berkata, “Mengapa kalian tak mengutus seseorang untuk memanggil (manusia) untuk sholat”. Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, “Wahai Bilal, bangkitlah lalu panggillah (manusia) untuk sholat (adzan)”

 (HR. Bukhori dan Muslim)

Dari Abu ‘Umair bin Anas dari bibinya yang termasuk shahabiyah anshor, “Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, ‘Kibarkanlah bendera ketika waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai teropet. Nabipun tidak setuju, beliau bersabda, ‘Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.’ Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar, ‘Itu adalah perilaku Nasrani.’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pulang dalam kondisi memikirkan agar yang dipikirkan Nabi. Dalam tidurnya, beliau diajari cara beradzan" 

(HR. Abu Daud, shahih)

Say, kalo ada yang komen,  “Yaah bu' ni kan cuma tiup terompet doang kok, buat happy happy aja" 

Bukan masalah happy nggak nya juga bu', tapi sebagai seorang muslim kita diperintahkan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk nggak asal ngikut, gampang heboh, dan ato asal happy happy. Allah ngerti banget kalo rasa sayang itu bisa timbul karena biasa. Kalo kita biasa ngikutin ajaran agama sebelah, kita pun lama lama bisa sayang beneran sama mereka. Kalo dah gitu dikit demi sedikit kitapun bisa aja jadi kaya mereka.

Rasulullah SAW telah bersabda, yang artinya

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut” 

(HR. Abu Dawud). 

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani? "Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” 

(HR. Muslim)

Sufyan Ibnu ‘Uyainah dan yang lainnya dari kalangan tabi'in, berkata

"Sungguh orang yang rusak dari kalangan ulama kita, karena penyerupaannya dengan Yahudi. Dan orang yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita, karena penyerupaannya dengan Nasrani." 

Say, penting juga buat kita tau kalo,

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” 

(Al-Baqarah: 120)

Jadilah cantik dengan prinsip kita yang kuat. Prinsip yang NGGAK gampang lembek, nggak gampang ngikutin arus, nggak asal happy, dan care atau peduli dengan apa yang dipesenkan Allah dan Rasulnya. 

Mumpung terompet dari malaikat Isrofil alias sangkakala itu belum kejadian ditiup beneran.  Ya nggak *Betul, betul, betul :) :) :)


(NayMa/Diaryhijaber.com)





RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top