DiaryHijaber
Terjebak Di Sakitnya Masa Lalu | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Terjebak Di Sakitnya Masa Lalu

Banyak orang yang kelihatannya udah berjalan sekian lama meninggalkan waktu, tapi sebenarnya mereka ternyata masih terjebak dengan masa lalu. Biasanya sih kebanyakan kasusnya adalah karena ada momen dimasa lalu mereka itu meninggalkan rasa sakit yang teramat sangat.

Akhirnya, walaupun waktu berganti dan hari berlalu, namun mereka tetap menyimpan semua itu rapat-rapat di dalam hati mereka. Mereka mencoba membuat kamuflase pada dirinya sendiri dan orang lain bahwa mereka baik-baik saja, sambil berharap bahwa mereka akan sembuh dari semua kesakitan itu dihari kemudian.  

Tapi apakah semua rasa sakit itu akan hilang, dan mereka akan berhasil move on? Kelihatannya sih nggak. Secara, rasa sakit itu bukan untuk disimpan, tapi DITERIMA DAN DISADARI secara dewasa bahwa semua musibah itu adalah ujian dari Allah, yang membawa banyak pelajaran baginya untuk menjadi lebih baik dimasa depan. Tanpa semua ujian itu mungkin mereka nggak akan bisa sebaik sekarang ini, dan memiliki pengalaman sedalam ini, sehingga mereka bisa lebih bijak menghadapi kehidupan.

Menyimpan rasa sakit dari masa lalu hanyalah seperti menyimpan sampah busuk didalam rumah yang bersih. Hanya akan jadi penyakit, dan merusak suasana rumah saja. Pertanyaannya, kalau sudah tahu seperti itu, kenapa masih aja di simpan sih semua kesakitan itu?

Dendam, ya mungkin itu alasan utama dari gagalnya move on dari masa lalu. Tapi tahukah kita bahwa dendam itu tidak merugikan orang lain melainkan diri kita sendiri. Karena toh orang yang kita dendam kepadanya itu belum tentu juga dia tahu kalau kita dendam kepadanya. Kalaupun dia tahu dia juga nggak akan bisa merasakan dengan pasti seberapa menderitanya hidup kita karena dendam itu. Dia tetap melangkah baik-baik saja dengan hidupnya. Sedangkan kita malah masih asyik menyakiti diri kita sendiri.

 Kawan, apapun itu, dan apapun yang terjadi saat itu, masa lalu tetaplah akan jadi masa lalu. Masa yang menjadikan diri kita memiliki lebih banyak pengertian dan kesadaran. Masa yang menyadarkankan kita akan sesuatu, dan memberi kita banyak pelajaran. Betapapun sakitnya, terima saja. Tapi jika belum bisa, mintalah kepada Allah agar hati kita diluaskan untuk bisa menerima semua itu.

Kita harus hidup di masa sekarang dan dimasa depan dengan baik-baik saja. Karena itu lepaskan apapun yang membebani kita, termasuk hal menyakitkan dari masa lalu kita. Yakinlah, semuanya akan dihitung dengan sangat detail oleh Allah Ta’ala di akhirat nanti. Termasuk rasa sakit kita, rasa dendam kita, kesakitan yang diberikan orang lain untuk kita, dan atau balasan yang tepat untuk dia dan diri kita.

Mari kita fokuskan sisa hidup kita hanya demi kebaikan dan mengumpulkan sebanyak-banyak bekal demi kehidupan abadi kita di akhirat nanti. Jangan hanya sibuk mengurusi masa lalu, mendiskusikannya dengan diri sendiri atau malah dengan orang lain. Nggak perlu diingat lagi apalagi di simpan, tapi terima saja, ikhlaskan saja sebagai sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga bagi kita, dan yang menjadikan kita lebih baik kedepannya. Setuju?

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE