DiaryHijaber
Tengoklah Anak Yatim Sejenak | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Tengoklah Anak Yatim Sejenak

Islam memerintahkan pemeluknya untuk memiliki akhlak yang mulia. Salah satunya adalah berkasih sayang kepada anak yatim, yaitu seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia dewasa. Mereka yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini seperti tersebut dalam sabdanya, Dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Aku dan orang yang menanggung anak yatim,  (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya”(HR. Al-Bukhari).

Hijabers, ketika kita memiliki seorang teman yang baik serta bagus imannya, maka pasti hati kita akan bahagia. Dan bagaimana bila teman kita tersebut adalah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, sedang kita juga berada disurga Allah yang indah? Tentulah hal ini menjadi sebuah kesuksesan tertinggi yang akan kita raih. Yakinlah bahwa ini bisa kita dapatkan ketika kita mau mengurusi dan memperhatikan semampu yang kita bisa, tentang keperluan hidup para anak yatim, seperti nafkah atau makan dan minum mereka, pakaian, cara asuh dan pendidikannya, serta mau berkasih sayang dengan mereka. Dan Allah adalah satu-satunya yang tidak pernah mengingkari janjiNya. 

Seseorang yang rela menyantuni anak yatim adalah termasuk mereka yang berpikir jauh kedepan, tidak hanya tentang masa depan di dunia, namun juga tentang keadaan mereka diakhirat nanti. Mereka mempermudah keadaan mereka sendiri nanti dengan mempersiapkan segala upaya, demi menyambut hari pembalasan yang mereka percayai pasti akan terjadi. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman di dalam Al Quran, (yang artinya), Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’  dan enggan menolong dengan barang berguna.” (QS. Al Maa’uun: 1-7).

Karena itu, bagi siapapun kita yang mengaku menyayang Allah dan rasulnya, pastilah juga akan menyambut kabar gembira ini dengan bahagia. Mereka juga tidak akan hanya memperhitungkan untung rugi dunia semata dalam menolong serta menyantuni para yatim tersebut, karena fokus utama mereka adalah tentang kehidupan mereka yang jauh di depan dan abadi, yaitu di akhirat. Dan semoga kita termasuk salah satu dari mereka yang memiliki keimanan seperti ini. Aamin.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top