DiaryHijaber
Teman Rasa Pacar | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Teman Rasa Pacar

Di bilang pacar, nggak pacaran. Dibilang teman, tapi ada rasa yang lebih di hati. Udah gitu, tingkah laku dan kebiasaan yang kita lakukan sama si dia juga sebenarnya nggak jauh- jauh istilah pacaran. Rutin makan bareng, nonton bareng, hang out bareng, dan lain- lain yang serba dilakukan bareng-bareng. Tapi mungkin karena nggak ada “deklarasi” khusus atau momen jadiannya, maka jadilah istilah “dijalani aja deh” berlaku dalam tradisi teman rasa pacar ini.

 

Hari-hari selanjutnya, kita sama “teman” kita ini, saling menikmati hubungan itu walaupun tanpa ikatan yang jelas dan halal. Kalau ada yang protes atau nanya, kita mah jawabnya gampang aja “ah kita berteman aja kok”. Walaupun padahal dalam hati sebenarnya nggak gitu- gitu juga, sih. Hee...

 

Kawan, padahal berteman rasa pacar itu, kita seakan- akan lagi bohong pada diri sendiri dan sama Allah, loh. Kita tahu kalau pacaran itu dilarang dalam Islam, jadi seakan kita lagi cari jalan aman dan jalan tengahnya aja, dekat- dekat sama lawan jenis, suka- sukaan tapi dengan alasan berteman aja. Padahal Allah tahu apa yang terlintas dipikiran dan hati kita. Allah tahu kita lagi “menikmati” hubungan tanpa status itu atau nggak. Kita nggak bisa bohong sama sekali loh, Kawan.

 

Selain itu dengan berteman rasa pacar, kita seperti sedang ngumbar kesenangan aja tanpa batas. Padahal kita para cewek, kalau memang tergolong cewek yang baik dan yang baik-baik mestinya nggak mau dong dengan rela aja cuma sekedar dijadiin bahan hiburan dan kesenangan seorang cowok tanpa adanya ikatan yang jelas dan halal bagi kita. Kalau kita sampai mau, apalagi ayo ayo aja dengan itu semua, berarti sama saja kita menjerumuskan diri kita sendiri pada kerugian, kawan.

 

Teman rasa pacar juga nggak cuma bawa “muatan negatif” sampai disini aja. Di piha cowoknya, kadang kasihan juga loh, karena secara nggak langsung dia kita kasih harapan lebih, dari cara “pertemanan” model ini, kawan. Kemungkinan besar, dia juga akan punya rasa suka ke kita. Tapi bayangpun gimana kalau akhirnya mereka benar- benar serius ke kita, tapi ternyata kitanya cuma sekedar senang-senang, sekedar iseng atau kapanpun kita mau kita bisa “pergi” dengan alasan semua kan cuma pertemanan aja. Apa nggak berarti kita sedang mempermainkan perasaan orang, nih?

 

Selain itu, dulu pesan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam telah berpesan kepada mereka para cowok agar berhati- hati kepada fitnah atau godaan wanita. Lalu, mengapa kita justru malah menggoda dan mendekati mereka lewat hubungan teman rasa pacar ini? Kasian kan mereka, akhirnya mereka ikut dosa gara- gara kita? Bukankah teman yang baik itu seharusnya yang membawa kita lebih baik dan mengajak pada kebaikan? Lalu apakah kita juga termasuk teman yang baik kalau gitu, kawan?

 

Kalau sudah begini, kita bisa ambil kesimpulan sama-sama kawan. Kita sebagai cewek memang harus terjaga dan menjaga. Kalau ada yang mendekati kita dengan niat menikahi kita, ya harus kita sambut baik. Tapi kalau tidak, ya lebih baik menghindari untuk berteman lebih dekat dengan lawan jenis. Karena, selain untuk menghindarikan diri dari memberi godaan kepada mereka, kita juga menghindarkan diri dari sebutan PHP atau pemberi harapan palsu ke orang lain, lewat aktivitas teman rasa pacar itu. Setuju? 

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top