DiaryHijaber
Tajassus, Mencari - Cari Kesalahan Orang Lain | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Tajassus, Mencari - Cari Kesalahan Orang Lain

(DiaryHijaber.com) - Semua orang tak luput dari kesalahan dan dosa. Karena pada hakekatnya tidak ada manusia yang sempurna lahir dan batinnya. Namun entah kenapa, dengan fakta yang sudah ada tersebut masih ada saja manusia yang justru hobi mencari kesalahan dan kekurangan orang lain. Bahkan lebih parahnya hal tersebut dilakukannya sebagai sebuah kebiasaan agar dia memiliki bahan acara dalam bergosip.

 

Dalam Islam hal ini sangat dilarang. Bahkan Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman, (yang artinya), Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. (QS. Al Hujurat: 12).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, (yang artinya) Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” ( Hr. Bukhari Dan Muslim)

 

Maka mereka yang beriman kepada Allah, pastinya akan memilih untuk bersikap menutup rapat- rapat aib saudaranya, dan bukan malah menjadikannya bahasan yang akan menyebabkan rusaknya kehormatan saudaranya tersebut. Mereka akan lebih ingin bila Allah ridho kepada mereka. Dan mereka juga akan mengerti bahwa merekapun juga ingin diperlakukan dengan sama, yaitu ditutupi aib dan kekurangannya, karena merekapun juga manusia biasa yang tidak sempurna. Mereka lebih memilih untuk menghindarkan diri dari gosip dan memilih untuk berbaik sangka.

 

Hijabers, orang- orang yang hatinya penuh iman kepada Allah Ta’ala, maka mereka akan sibuk mempersiapkan diri tentang akheratnya dengan mengumpulkan banyak bekal kebaikan. Mereka bahkan tidak sempat mengurusi keburukan orang lain, apalagi mencari- carinya, melainkan hanya sibuk mengurusi kekurangan dalam diri mereka sendiri, dan selalu melakukan perbaikan diri. Mereka pun juga tidak mau menjadi salah satu dari manusia yang disebutkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berikut ini (yang artinya), Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya.” (Hr. Imam Bukhari).

 

Semoga kita adalah satu dari orang- orang beriman tersebut. Semoga Allah juga memberikan hidayah dan taufik kepada kita agar hati dan mulut kita selalu bersih dari menyukai kegiatan mencari kesalahan orang lain, hobi membicarakan aib orang lain, serta berburuk sangka kepada mereka. Aamiin.

 



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top