Syirik, Bukan Hanya Tentang Berhala Saja | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Syirik, Bukan Hanya Tentang Berhala Saja

353 kali dilihat

Kita diciptakan di dunia ini, tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah, saja. Dan ibadah itu adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah baik berupa perkataan atau perbuatan, yang lahir maupun yang batin. Ibadah disini meliputi do’a, sholat, nadzar, kurban, rasa takut, minta pertolongan dan sebagainya. Ibadah seorang muslim adalah hanya karena Allah, dan hanya untuk Allah, sebagaimana firman Alloh Ta’ala, “Hanya kepadaMu lah kami beribadah dan hanya kepadaMu lah kami minta pertolongan.” (Al Fatihah: 5)

Maka siapapun yang memberikan salah satu ibadah tersebut kepada selain Allah Subhanahu Wata’ala maka dia telah berbuat syirik, dan dia disebut musyrik. Syirik adalah dosa besar yang paling besar. Abdullah bin Mas’ud rodhiyallohu ta’ala ‘anhu berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rosululloh, dosa apakah yang paling besar di sisi Alloh?” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau menjadikan sekutu bagi Alloh, padahal Dialah yang telah menciptakanmu.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Syirik biasanya kita anggap hanyalah bentuk penyembahan terhadap berhala saja, padahal sebenarnya tidak. Syirik adalah segala perbuatan ketika kita memohon pada selain Allah baik dari berhala, nabi, jin, matahari, rembulan, bahkan ada juga yang berupa pohon dan batu. Ada pula yang menyembah malaikat. Ada pula yang menyembah orang yang dianggap sholih, dan lain sebagainya. Semua itu juga termasuk bentuk kesyirikan. 

Ada dari kita yang kemudian berdalih bahwa dengan menyembah sesuatu selain Allah tersebut, kita sebenarnya ingin mendapatkan keselamatan lewat perantara tersebut. Padahal Allah Subhanahu Wata’ala telah berfirman, (yang artinya) Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.” (QS. Yunus: 18).

Dan tahukah kita Hijabers, bahwa orang yang berbuat syirik akbar atau besar seperti itu tidak akan diampuni oleh Allah jika mati dan belum bertaubat. Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya), Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An Nisa’: 48).

Pelaku syirik juga akan terhapus seluruh amal baiknya. Mereka kekal dalam neraka dan diharamkan masuk surga. Hal ini tersebut dalam beberapa Firman Allah Subhanahu Wata’ala di dalam Al Quran, (yang artinya),

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65).

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah: 72).

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk (QS. Al Bayyinah: 6).

Hijabers, Allah Subhanahu Wata’ala telah memperingatkan kita bahwa apapun di dunia ini yang kita sembah dan kita agungkan selain Allah, sebenarnya sangatlah lemah dihadapan Allah. Maha kuasa Allah atas segala sesuatu, dan tidak ada satupun yang lebih perkasa dari padaNya. Allah berfirman di dalam Al Quran, (yang artinya),

Katakanlah: Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi.(QS. Saba’: 22).

Begitu besarnya dosa dan bahaya dari perbuatan syirik tersebut. Karena itu sudah selayaknya bagi kita untuk selalu menjaga diri agar tidak terjerumus dalam dosa besar ini, karena sudah pasti kerugian akan kita dapati di dunia dan di akherat. Dosa syirik begitu dahsyat, bahkan sampai Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam saja takut dan khawatir terhadap masalah ini. Beliau pun berdoa supaya dijauhkan dari perbuatan syirik. Beliau mengajarkan sebuah do’a yang artinya, “Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu padahal aku mengetahui bahwa itu syirik. Dan ampunilah aku terhadap dosa yang tidak aku ketahui.” (HR. Ahmad).

Semoga Alloh Ta’ala senantiasa menjaga dan melindungi kita semua kesyirikan. Dan semoga diri kita diberikan hidayah oleh Allah untuk selalu menjauhi sikap syirik tersebut. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita shollallohu ‘alaihi wa sallam, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.



RELATED ARTICLE