Sudahlah, Jangan Terlalu Banyak Berharap Pada Makhluk | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Sudahlah, Jangan Terlalu Banyak Berharap Pada Makhluk

479 kali dilihat

17 kali per-hari kita selalu mengucapkan ini “Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’in“ (Qs. Al Fatihah: 5 ), dalam sholat-sholat kita. Ayat yang artinya “Hanya kepadamu kami menyembah, dan hanya kepadamu kami meminta pertolongan” ini adalah seperti ikrar kita, kalau kita hanya akan mengesakan Allah dan hanya akan menggantungkan segala harapan dan pertolongan cuma ke Allah aja.

Tapi...

Sayangnya dipraktek nyatanya, kadang kita nggak gitu-gitu amat. Acara pakai sesajen, menyembah-nyembah makam dan atau pohon besar yang dikeramatkan, minta bantuan jin dengan cara apapun itulah namanya, atau bahkan menghamba banget ke manusia sering kita lakukan, cuma atas nama memenuhi kebutuhan, mimpi atau keinginan kita.

Padahal nggak ada di dunia ini yang gratis, kawan. Seperti juga ketika kita berharap pertolongan kepada sesama makhluk Allah. Apalagi kalau “dunia” kita udah lain dari “dunia” dia. Wah bisa dipastikan kalau akhirnya akan beratlah konsekuensi yang nantinya kita terima. Belum lagi kita kudu nyiapin setumpuk rasa sedih atau kecewa, kalau ternyata permintaan atau harapan kita itu nggak terwujud di akhir cerita nanti.

Kawan, Allah adalah satu-satunya yang ngasih tanpa pamrih. Karena Allah pun juga udah nggak perlu dengan semua yang kita perlu. Contoh, kita perlu kebutuhan dunia dalam bentuk apapun. Tapi Allah nggak butuh semua itu. Semua dunia dan alam semesta yang nggak tahu ujungnya dimana ini, Dia semua yang ciptain sendiri. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan dia satu-satunya yang nggak bakal butuh sesuatu, seperti kita-kita ini.

Dia Maha Kaya, Dia-lah raja diatas segala raja, dan Dialah satu-satunya pemilik semesta dan yang Maha Perkasa. Makanya dudul banget kalau kita masih berharap ke yang lain selain Allah, yang jelas-jelas pasti ada pamrihnya ke kita. Belum lagi kalau ternyata dia yang kita harapkan itu nggak bisa diharapkan. Sekali lagi, kitapun kudu siap-siap kecewa, dan atau sakit hati. Tapi sayangnya kita nggak boleh kecewa dan sakit hati. Karena salah kita sendiri berharap ke makhluk yang masih sama-sama memiliki kebutuhan dan keinginan sendiri dalam hidupnya, dan harus memenuhi semua kebutuhan dan keinginannya itu. Nah lho, kalau gini kita jadi tambah nyesek, kan?

Kawan, mungkin diantara kita masih ada yang ragu dengan datangnya pertolongan Allah, sehingga komen, “emang kalau doa dan berharap cuma ke Allah aja, pasti langsung bisa dikasih breg jatuh dari langit gitu?”. Santai aja bu’, seringnya malah tanpa kita minta, Allah udah kasih kali’. Contoh aja, udara, detak jantung, dan semua anggota tubuh kita yang dikasih gratis ini. Kita nggak pakai pesan udah dikasih cantik gini, coba.

Hebatnya lagi, Allah malah  menggolongkan kita dalam kalangan orang-orang yang sombong, kalau kita nggak banyak-banyak berdoa dan meminta. Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya), Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.(Qs. Al Mu’min: 60)

Tapi selain berharap penuh hanya ke Allah, kitapun juga harus melakukan sebuah usaha untuk merealisasikan keinginan kita itu. Tapi tentunya usaha itu adalah dalam rangka mencari ridho Allah juga, dan bukan malah sebaliknya. Karena seperti dicontohkan para Nabi dan Rasul terdahulu, mereka bahkan juga berusaha dan bekerja dalam rangka memenuhi kebutuhan, serta keinginan mereka dalam hidup, dan nggak cuma asyik berpangku tangan aja.  

Dan akhirnya, beruntunglah bagi siapapun kita yang telah Allah mudahkan dalam merealisasikan ‘Iyyaka na’budu’ wa ‘iyyaka nasta’in. Ini berarti antara perkataan lisan, amalan anggota badan, perkataan hati, amalan hati, mereka telah selaras. Mereka bisa berusaha dalam hidup sekaligus tetap bertawakkal hanya kepada Allah saja. Dan semoga kita termasuk salah satu dari mereka tersebut. Aamiin.  

 

(NayMa)

 


Artikel Terkait Lainnya..

RELATED ARTICLE