DiaryHijaber
Sudah Sempurnakah Wudhumu? | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Sudah Sempurnakah Wudhumu?

Wudhu merupakan suatu hal yang tidak asing lagi bagi kita. Mungkin sejak kecil kita telah mengetahuinya bahkan telah mengamalkannya. Akan tetapi apakah wudhu yang telah kita lakukan selama bertahun-tahun itu telah benar sesuai dengan apa yang diajarkan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam? Karena suatu hal yang telah menjadi konsekwensi dari dua kalimat syahadat bahwa ibadah harus ikhlas mengharapkan ridho Allah dan sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam. Demikian juga telah kita tahu bahwa wudhu merupakan syarat sah sholat, yang jika tidak terpenuhi maka tidak akan terlaksana apa yang kita inginkan dari syarat tersebut. Sebagaimana sabda Nabi yang mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallamTidak diterima sholat orang yang berhadats sampai ia berwudhu(Hr. Bukhori dan Muslim).


Karena itulah, mari kita bersama-sama belajar tentang tata cara wudhu seperti yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam.

Humran pembantu Utsman menceritakan bahwa Utsman bin Affanradhiallahu ‘anhu pernah meminta air untuk wudhu kemudian dia ingin berwudhu. Beliau membasuh kedua telapak tangannya 3 kali, kemudian berkumur-kumur diiringi memasukkan air ke hidung, kemudian membasuh mukanya 3 kali, kemudian membasuh tangan kanan sampai ke siku tiga kali, kemudian mencuci tangan yang kiri seperti itu juga, kemudian mengusap kepala, kemudian membasuh kaki kanan sampai mata kaki tiga kali, kemudian kaki yang kiri seperti itu juga. Kemudian Utsman berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihiwa sallam pernah berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian beliau bersabda, Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian dia shalat dua rakaat dengan khusyuk (tidak memikirkan urusan dunia dan yang tidak punya kaitan dengan shalat, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (Hr. Bukhori Muslim).


Dari hadits ini dan hadits lainnya, kita dapat meringkas tata cara wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut.

1.    Berniat dalam hati untuk menghilangkan hadats.

2.    Membaca basmalah: ‘bismillah’.

3.    Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.

4.  Mengambil air dengan tangan kanan, lalu dimasukkan dalam mulut (berkumur-kumur dan dimasukkan dalam hidung (istinsyaq) sekaligus melalui satu cidukan. Kemudian air tersebut dikeluarkan (istintsar) dengan tangan kiri. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali.

5.    Membasuh seluruh wajah sebanyak tiga kali dan menyela-nyela jenggot.

6.    Membasuh tangan–kanan kemudian kiri hingga siku dan sambil menyela-nyela jari-jemari.

7.    Membasuh kepala 1 kali dan termasuk di dalamnya telinga. Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Kedua telinga termasuk bagian dari kepala" (HR Ibnu Majah).

Tata cara membasuh kepala ini adalah sebagai berikut, kedua telapak tangan dibasahi dengan air. Kemudian kepala bagian depan dibasahi lalu menarik tangan hingga kepala bagian belakang, kemudian menarik tangan kembali hingga kepala bagian depan. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan memasukkan jari telunjuk ke lubang telinga, sedangkan ibu jari menggosok telinga bagian luar.

8.   Membasuh kaki 3 kali hingga ke mata kaki dengan mendahulukan kaki kanan sambil membersihkan sela-sela jemari kaki.


Syarat-Syarat Wudhu

1.    Islam,

2.    Berakal,

3.    Tamyiz (mampu membedakan antara yang baik dan buruk)

4.    Berniat (letak niat ini ketika hendak akan melakukan ibadah tersebut)




Continue reading on next page...



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top