DiaryHijaber
Strategi Mendidik Anak Agar Selamat dari Neraka | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Strategi Mendidik Anak Agar Selamat dari Neraka

Anak yang sholeh adalah harta kita yang sebenarnya di dunia dan akhirat. Mereka bukan hanya sekedar menjadi penyejuk hati, namun juga menjadi “investasi” berharga kita sepanjang masa. Karena itu sungguh beruntung dan berbahagialah orang tua yang telah mendidik anak-anak mereka sehingga menjadi anak yang shalih. Karena mereka pulalah akhirnya orang tua terus akan mendapat aliran pahala yang tidak ada habisnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya) “Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim: 1631).

Tidak hanya itu saja, bahkan kelak di hari kiamat, seorang hamba akan terheran-heran, mengapa bisa dia meraih derajat yang tinggi padahal dirinya merasa amalan yang dia lakukan dahulu di dunia tidaklah seberapa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya) “Sesunguhnya Allah ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surge. Kemudian dia akan berkata, “Wahai Rabb-ku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku? Maka Allah menjawab, “Hal itu dikarenakan do’a yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni.” (HR. Ahmad).

Karena itulah, Islam sangat menekankan tentang pentingnya pendidikan kepada para generasi penerus kita tersebut, agar senantiasa baik dan berada di jalan kebaikan.  

Hijabers, Allah Subhanahu Wata’ala telah memberikan kita peringatan di dalam Al-Qur’an, (yang artinya), Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (At-Tahrim: 6). Karena itu, kita sebagai orang tua memiliki kewajiban untuk  tahu apa saja yang harus diajarkan kepada seorang anak serta bagaimana metode yang telah dituntunkan oleh junjungan umat ini, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beberapa tuntunan tersebut antara lain:

 

  1. Mengajarkan Tauhid dan Aqidah yang Benar

Apabila anak- anak kita nanti imannya lurus, bersih dan mantab, hanya kepada Allah saja, maka dia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tanpa semua itu dia pasti terjatuh ke dalam kesyirikan dan akan menemui kecelakaan di dunia serta kekekalan di dalam adzab neraka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, (Yang artinya) “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan mengampuni yang lebih ringan daripada itu bagi orang-orang yang Allah kehendaki.” (An- Nisa: 48).

Oleh karena itu, Allah mengisahkan nasehat Luqman kepada anaknya didalam Al Quran, “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar." (Luqman: 13)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri juga memberikan contoh penanaman aqidah yang kuat dalam mengajari anak paman beliau, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

“Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia) berkumpul untuk memberikan satu pemberian yang bermanfaat kepadamu, tidak akan bermanfaat hal itu bagimu, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan bermanfaat bagimu). Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia)berkumpul untuk mencelakakan kamu, tidak akan mampu mencelakakanmu sedikitpun, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan sampai dan mencelakakanmu). Pena telah diangkat, dan telah kering lembaran-lembaran”. (Hr. Tirmidzi)

  1. Mengajarkan Ibadah Kepada Anak–anak kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. Al-Bukhari).

Ajarilah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika mereka berusia sepuluh tahun.”

Anak-anak adalah para pencontoh sejati, mereka membutuhkan figur untuk dijadikan contoh dalam melakukan kebaikan sehari-hari. Karena itu, kita harus mengajarkan kepada mereka tentang cara-cara beribadah untuk lebih dekat kepada tuhannya, sembari kita sendiri sebagai orang tua juga harus belajar istiqomah dalam beribadah. Sebagai contoh merutinkan sholat 5 waktu tepat waktu, rutin puasa sunnah, membiasakan diri untuk bersedekah serta untuk mengawali apapun dengan doa kepada Allah dan lain-lain.  Dengan begitu, anak-anakpun akan terlatih sejak dini, dan insya Allah kelak keitika meeka telah dewasa, mereka sudah terbiasa untuk rutin melakukan berbagai ibadah yang diperintahkan Allah tersebut.

  1. Mendidik Anak dengan Berbagai Adab dan Akhlaq yang Mulia

Anak- anak juga perlu diajarkan untuk menerapkan adab- adab islami dalam kehidupan mereka, seperti jujur dalam berkata, mau mengucapkan salam kepada sesama muslim, menjaga kebersihan, menjenguk orang sakit, menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, dan lain- lain.

  1. Memahamkan anak tentang kons

Continue reading on next page...



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top