DiaryHijaber
Sikap Zalim yang Sangat Menyengsarakan | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Sikap Zalim yang Sangat Menyengsarakan

Manusia memiliki dua sifat yaitu baik dan buruk. Dan pada prakteknya, banyak dari kita yang justru melebihkan diri untuk condong pada salah satunya. Jika hal tersebut adalah kebaikan, maka tidak akan membawa masalah bagi kita di dunia dan akhirat. Namun jika ternyata kita lebih cenderung pada sikap buruk, hal inilah yang akhirnya menggolongkan kita sebagai Zalimin, atau orang-orang yang berbuat zalim.

Di dalam Al-Quran sendiri, telah berulang-ulang disebutkan dan dijelaskan tentang zalim atau zalimin ini dengan berbagai pengertian, yang hakikatnya adalah sikap atau tindakan dari orang-orang yang bertentangan dengan kebaikan, serta menolak dan memusuhi kebenaran ajaran Allah Subhanahu Wata’ala. Ayat-ayat tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut.

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13).

“Hanya orang-orang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami.” (al-Ankabut: 49).

“Itulah batasan-batasan Allah, janganlah kalian melanggarnya. Orang-orang yang melanggar batasan-batasan Allah, mereka adalah orang-orang yang zalim.” (Al-Baqarah: 223).

“Orang-orang yang tidak mengambil keputusan dengan berdasarkan kepada hukum Allah, mereka adalah orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah: 45).

 “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung, jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barangsiapa di antara kalian yang menjadikan mereka sebagai pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (at-Taubah: 23).

“Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?” (Al-An’am: 144).

“Siapakah orang yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya?” (al-Baqarah: 140).

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai penolong seorang pun selain Allah sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan.” (Hud: 113).

Perlu kita ketahui Hijabers, bahwa efek dari sifat zalim tidak hanya akan menimpa pelakunya saja, melainkan juga orang-orang disekitarnya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman di dalam Alquran, (yang artinya), “...dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya." (Al anfaal : 25). Karena itulah, mau tidak mau kita sebagai seorang mukmin harus perduli dengan lingkungan sekitar kita, dan berani berbuat untuk mencegah kedholiman yang terjadi disekitar kita, semaksimal yang kita bisa.

Al Quran juga menjelaskan bahwa, "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang lalim." (Qs. Al A’raf ayat 44). Hijabers, adakah yang lebih buruk selain hidup dalam kutukan Allah? Naudzubillah...

Karena itu mari kita berdoa selalu, dan memohon kepada Allah semoga kita selalu di lindungi dari memiliki kehidupan seperti itu. Karena kebahagiaan sejati, dan kedamaian yang sebenar- benarnya adalah ketika bersama Allah dan dekat dengan Allah saja. Mari kita memohon kepada Allah, karena hanya dengan pertolongan Allah saja kita bisa menjauhi sikap zalim dan dijauhkan dari orang- orang yang berbuat zalim kepada kita.

robbi fala taj'alni fil-qoumidh dholimin

“Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Mu’minun : 94).



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top