Sifat Boros di dalam Kekayaan | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Sifat Boros di dalam Kekayaan

Allah yang menganugerahkan kekayaan kepada siapapun diantara kita yang dikehendakinya. Ini sebagai bukti Maha pemurah nya Allah dalam memberi rejeki. Namun Allah juga memperingatkan kepada kita agar tidak bersikap boros dalam membelanjakannya. Allah berfirman di dalam Al Quran, (yang artinya), “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

Dan sebagai pengingat untuk kita, bahwa yang dimaksud “pemborosan” disini adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar. Hal ini sesuai dengan keterangan yang disampaikan oleh Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas.  

Hijabers, dan tahukah kita bahwa seorang yang suka memboros- boroskan hartanya juga termasuk golongan yang dicintai setan. Syaikh As Sa’di rahimahullah mengatakan, “Orang yang boros disebut temannya setan karena setan tidaklah mengajak selain pada sesuatu yang tercela. Setan mengajak manusia untuk pelit dan hidup boros atau berlebih-lebihan. Padahal Allah memerintahkan kita untuk bersikap sederhana dan pertengahan atau tidak boros dan tidak terlalu pelit. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, (yang artinya), “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al Furqan: 67).

Kita sebagai seorang manusia memang tidak dapat hidup tanpa harta, namun jangan sampai kekayaan yang kita miliki tersebut malah melalaikan, karena kita senang memboroskan atau menghambur- hamburkannya, yang akan mengakibatkan kita terlalu sibuk dengan dunia dan melupakan akan kewajiban kita pada Allah Ta’ala. Ini sesuai dengan Firman Allah Ta’ala, (yang artinya), "Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah." (QS. Al-Munafiqun: 9).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Salam juga telah bersabda, "Tidaklah dua ekor serigala yang sedang kelaparan ditengah-tengah sekelompok kambing lebih berbahaya daripada sikap rakus terhadap harta dan mencari kehormatan dengan mengorbankan agamanya sendiri." (HR. Turmudzi).

Sungguh, godaan tentang harta sangat membahayakan iman kita. Karena itu, dengan bersikap sederhana, dan atau sibuk menginfakkan harta kita untuk berada dijalan Allah, InshaAllah kita akan dikaruniakan pula ketenangan, kesyukuran serta sifat yang tidak gampang tergiur pada gemerlapnya dunia. Semoga kita termasuk salah satu dari hambaNya yang beruntung mendapatkan karunia tersebut. Aamiin.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top