"Si Gendut Jahiliyah" | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

"Si Gendut Jahiliyah"

(Diaryhijaber.com) - Sahabatan emang asik banget. Kita bisa cerita banyak nggak pake beban, nggak pake jarak, jadi diri sendiri tanpa kudu jaim, seneng susah kita tampilin apa adanya. Happy banget ya, dear?

Trus, tiap kita pasti punya seni sendiri buat sohiban. Ada yang suka buat jadwal ngumpul bareng, ada yang punya tempat tongkrongan khusus, ada yang punya lagu kebangsaan, ada juga yang ngasih panggilan kesayangan, dll.

Contoh aja kaya' "mbem" (si chubby ato tembem), "bu peri" (yang dewasa pmikirannya), "ithing" (si rambut kriting), "ochel" (rada kurang tinggi), nonong (jidatnya maju), tinx (giginya yang maju), "dora" (si poni kotak), "onyet" (masih keturunan pitekantropus apaa gitu..) ampe "gendut jahiliyah" (yang udah lama gendut dari jaman jahiliyah) ... hee...

Orang yang ngedenger emang bakal ngrasa rada gimanaa gituh, hee... tapi buat kita yang sohiban, begituh tuh justru nandain kedekatan, lucu lucuan dan kompaknya kita, lho. 

Dan ternyata nggak cuma kita lho, say. Rasulullah SAW dulu juga punya sahabat. Salah satunya adalah Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan. Dan untuk mereka, Rasulullah pun juga memberi gelar masing masing. Rasulullah memberi gelar Ash-Shiddiq, artinya yang "berkata benar" buat Abu Bakar, kalo buat Umar bin Khatab diberilah gelar "Al FAruq" atau Sang Pembeda. Sedangkan buat Usman bin Affan, Rasulullah memberi gelar ‘Dzun Nurain‘, yang artinya orang yang memiliki dua cahaya, karena Usman bin Affan telah menikahi dua putri Rasulullah SAW. 

Rasulullah juga sering memuji sahabatnya ini, 

“Orang yang paling kasih sayang dari umatku ialah Abu Bakar, dan yang paling teguh dalam memelihara ajaran Allah ialah Umar, dan yang paling bersifat pemalu ialah Usman.” 

(HR. Ahmad, Ibnu Majah, Al-Hakim dan Tirmidzi).

Hee.. ternyata cara Rasulullah bersahabat jauuuh beda yee ama kita kita orang. Jangankan manggil dengan panggilan "aneh", beliau malah menamai sahabatnya dengan nama yang teduh dan nyees banget.

Secara, Allah Subhanahu Wata'ala kan udah berfirman,  

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” 

(QS. Al-Hujurat:11).

Ealaah ternyata gituuuh say... walopun sohib juga, kita kudu manggil dengan nama yang baek dan ngeberkahin buat dia, coy! secara juga kita memang sebage muslim harusnya juga nyontoh akhlak Rasulullah yang paten baiknya itu.

Yawdah oke deh, kalo gitu yuk sekarang kita ganti identitas sohib kita pake nama yang unyu lucu dan ngegemesin biar tambah deket kita ama mereka. Dan nggak lupa pastinya juga nama ato panggilan itu yang kudu ngebawa doa yang baek, biar sohib kita juga ntar juga ikutan kebawa baek, dear. Gimana?


(NayMa/Diaryhijaber.com)





RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top