Sebuah Taman Surga di Masjid Nabawi | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Sebuah Taman Surga di Masjid Nabawi

“Antara rumahku dengan mimbarku adalah Raudhah di antara taman-taman surga." (HR. Bukhari). Inilah sabda Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang salah satu ruangan di Masjid Nabawi yang bernama Raudhah yang berarti taman yang menggambarkan kesejukan dan kenikmatan. Tempat ini banyak dimasuki jamaah haji atau umrah untuk memanjatkan doa. Ia terletak di antara kamar Nabi dan mimbar untuk berdakwah.

Luas Raudhah kurang lebih 144 meter. Dan detailnya adalah dari arah Timur ke Barat sepanjang 22 m dan dari Utara ke Selatan sepanjang 15 m. Areanya ditandai dengan pilar atau tiang-tiang berwarna putih dengan kaligrafi yang khas. Ada sekitar 5 pilar atau tiang disekeliling Raudhah. Tiang- tiang itu adalah “Tiang Utusan” yang digunakan Nabi dahulu sebagai tempat menerima utusan yang datang, “Tiang Pengawal” yaitu tempat berdirinya para pengawal Nabi, “Tiang Tempat Tidur” yang merupakan tempat Nabi tidur selama i’tikaf. Selanjutnya “Tiang Abu Lubabah” yaitu tiang tempat Abu Lubabah mengikatkan diri karena menyesal telah  membocorkan rahasia kepada orang yahudi, “Tiang Aisyah” yang diyakini ditunjuk Aisyah sebagai tempat Rosulullah mengimami shalat berjamaah, dan “Tiang Mukholaqah” yaitu tempat bersandar Nabi ke batang pohon kurma saat khutbah Jum’at.

Raudhah juga ditandai dengan karpet yang memiliki ornamen khas. Warna karpet yang menutupi ruangan Raudhah berbeda dengan warna karpet di ruangan lain di dalam Masjid Nabawi ini.

Selain menjadi tempat yang paling afdhal untuk memanjatkan doa, ketika berada di Raudhah kita disunnahkan pula mendirikan salat fardhu ataupun salat sunnah disana. Demikian juga, disunnahkan untuk i’tikaf, berdzikir dan atau membaca Al-Qur’an. Namun tentu saja, dengan tempat yang tidak begitu luas tersebut, pastinya akan membutuhkan kesabaran yang tinggi saat berada disana. Hal ini  karena sudah biasa ketika salat jamaah lain berdiri didepan kita sehingga tidak bisa ruku’ dan sujud. Kepala atau bahu kita dilangkahi atau tertendang karena saking ramainya tempat ini. Dan terutama diperlukan juga kehati-hatian yang sangat disaat kita di posisi sujud ketika salat.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top