Sebuah Amanah yang Berat untuk Manusia | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Sebuah Amanah yang Berat untuk Manusia

Dahulu Allah menanyakan kepada langit, bumi dan gunung untuk memikul sebuah amanah, tapi mereka menolak. Namun,manusia malah menerimanya. Padahal pelaksanaan dari semua amanah itu, tentunya sangatlah berat. Semua kejadian ini seperti tertulis di dalam Al-Quran, yang artinya...

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. Sehingga Allah meng-adzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan, dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 72-73)

Imam Al-Aufi dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Yang dimaksud dengan Al-amanah adalah, ketaatan yang ditawarkan kepada mereka sebelum ditawarkan kepada Adam Alaihissalam, akan tetapi mereka tidak menyanggupinya. Lalu Allah berfirman kepada Adam, sesungguhnya aku memberikan amanah kepada langit dan bumi serta gunung-gunung, akan tetapi mereka tidak menyanggupinya. Apakah engkau sanggup untuk menerimanya? Adam menjawab, Ya Rabbku, apa isinya? Maka Allah berfirman, Jika engkau berbuat baikmaka engkau akan diberi balasan, dan jika engkau berbuat buruk maka engkau akan diberi siksa." Lalu Adam menerimanya dan menanggungnya.

Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu- berkata, "Amanah adalah kewajiban-kewajiban yang diberikan oleh Allah kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Jika mereka menunaikannya, Allah akan membalas mereka. Dan jika mereka menyia-nyiakannya, maka Allah akan menyiksa mereka. Mereka enggan menerimanya dan menolaknya bukan karena maksiat, tetapi karena menghormati agama Allah kalau-kalau mereka tidak mampu menunaikannya." Kemudian Allah Ta’ala menyerahkannya kepada Adam, maka Adam menerimanya dengan segala konsekuensinya. Dan maksud dari firman Allah, “Dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh,” yaitu ditujukan kepada mereka yang melanggar perintah-perintah Allah.

Itulah konsekuensi dari apa yang dahulu telah terjadi, Hijabers. Kita sebagai manusia tidak bisa mengelak lagi, amanah syariah dan ketaatan yang dibebankan kepada kita mau tidak mau harus dijalankan secara totalitas. Tidak boleh ada yang ditelantarkan dan disia-siakan. Ancaman  azab dari Allah bagi orang-orang munafik dan musyrik. Ketundukan dan kepatuhan kepada Allah mutlak untuk kita lakukan. Allah berfirman di dalam Al-Quran, yang artinya,

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku (Allah) yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk)."  [Qs. al-Baqarah: 40) 

Hijabers, Allah telah memberi amanah kepada kita, namun maha penyayangnya. Dia kepada kita, maka kita pun juga dianugerahi nikmat yang jika kita berusaha menghitungnya maka niscaya tidak akan mampu melakukannya. Contoh kecil dari nikmat tersebut antara lain: nikmat pendengaran, penglihatan, akal dan hati. Allah berfirman dalam surat An-Nahlayat 78.

Continue reading on next page...



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top