Sebenarnya, Apakah Khalifah itu? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Sebenarnya, Apakah Khalifah itu?

Khalifah adalah sebuah sistem kepemimpinan umat islam, yang menggunakan Islam sebagai Ideologi serta undang-undang satu-satunya, yang mengacu kepada Al-Quran, Hadist, Ijma dan Qiyas. Dengan adanya khilafah, syari’at Islam akan terlaksana secara menyeluruh, yang akhirnya bisa menjadi perisai bagi umat muslim untuk menjaga akidahnya, dari segala bentuk kekufuran. Dengan adanya khilafah, kita juga mampu memerangi kesesatan, kemurtadan, kekufuran secara sistemik. Contohnya, seperti yang telah dilakukan oleh Abu Bakar al-Shiddiq ketika Beliau memerangi orang-orang yang menghalalkan diri untuk melanggar kewajiban berzakat.

Dan Khilafah ini dipimpin oleh seorang khalifah. Dahulu, setelah Nabi Muhammad meninggal, mayoritas kaum muslim bermusyawarah untuk memilih siapa yang akan menjadi khalifah pengganti Beliau. Dari musyawarah tersebut terpilihlah Abu Bakar sebagai penerus kepemimpinan Islam karena sebelum Nabi Muhammad meninggal, ia lah yang dipercaya untuk menggantikan posisi sebagai imam salat.

Setelah Abu Bakar meninggal, Umar Bin khatab menjadi pengganti beliau. Dan setelah umar tiada, Utsman Bin Affan pun terpilih menjadi khalifah berikutnya. Namun, Utsman akhirnya dibunuh oleh seseorang dari kelompok yang tidak puas atas kepemimpinannya tersebut. Setelah Utsman tiada, Ali Bin Abi Tholib diangkat oleh sebagian besar muslim untuk menjadi khalifah, tapi keputusan itu tidak diterima oleh beberapa kelompok muslim. Ali akhirnya harus menghadapi beberapa pemberontakan sebelum terbunuh setelah memimpin selama lima tahun.

Sebagai catatan, tidak satu pun dari para khalifah setelah Rasulullah SAW, yang juga mendapatkan wahyu dari Allah, seperti yang terjadi kepada beliau. Karena Nabi Muhammad adalah nabi dan penyampai wahyu terakhir di muka bumi. Sehingga, Khalifah pengganti Rasulullah tersebut kekuasaannya pun dibatasi oleh Al-Qur'an dan Hadist, serta kepemimpinan mereka juga harus mematuhi  dan sesuai dengan aturan yang ada didalamnya.

Hal ini seperti dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah, bahwa karakter seorang pemimpin Islam ialah menganggap bahwa kekuasaan yang dimilikinya adalah sebuah kepercayaan atau amanah umat, atau dengan kata lain bukan kekuasaan yang mutlak dan absolut.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top