Sebenarnya Apa Yang Kita Cari, Kawan? | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Sebenarnya Apa Yang Kita Cari, Kawan?

181 kali dilihat

Banyak dari kita yang kalau ditanya “apa sih tujuan hidup kamu?” maka akan menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi tentang “visi dan misi” hidup kita. Tapi di akhirnya, ketika kita diminta untuk menyimpulkan dalam satu kalimat aja, kita sendiri bakal kebingungan.

Kawan, kita sebagai muslim, tujuan hidup kita adalah jelas, yaitu beribadah kepada Allah. Ibadah bukan hanya dalam arti salat, puasa, haji, zakat dan semacamnya. Bahkan ketika bekerja atau belajar pun ketika kita meniatkan semua itu karena Allah, maka InshaAllah hal itu juga merupakan sebuah ibadah yang bernilai di hadapanNya.

Tapi sayangnya banyak dari kita yang masih kurang ngerti alias abu- abu soal semua ini. Dan hasil dari ketidaktahuan itu, kita akhirnya menjalani hidup yang ala kita aja. Kita nggak pernah melibatkan Allah dan aturanNya dalam setiap aktivitas kita. Kita bekerja pun asal-asalan, belajarpun hanya sekedar karena ingin pintar, dan lain sebagainya. Sisanya kita senang-senang semau kita, apalagi kalau umur kita masih muda ini. Belanja-belanja, nongkrong di mall sambil ngegosip kiri kanan sama teman jadi keseharian kita. Trus kalau udah malam ganti tema deh, party bareng ke diskotik, sambil teler pakai miras atau narkoba. Dan kalau sudah tengah malam tiba, lanjutlah nginap di hotel buat pelaksanaan “cinta satu malam”.

Pas pagi kita bangun, kita ngerasa suntuk, bingung dan makin nggak ngerti kudu ngapain. Yaudah akhirnya kejadian yang sama keulang lagi dan lagi.

Kawan, apa sebenarnya yang kita cari?

Kalau kita cari dunia, toh kita udah dapatkan dunia entah itu jumlahnya sedikit atau banyak. Kalau kita cari senang-senang, toh kita udah pernah ngerasain senang, walaupun akhirnya semua itu pasti berakhir. Kalau kita cari ketenangan, kedamaian dan makna dari hidup, apa iya sih semua sikap kita tadi akan mengantarkan kita pada jawaban pencarian kita?

Kawan tahukah kita, ketika kita memilih untuk bersama Allah, dijalan Allah dan berbalik arah taubat kepada Allah, justru kita akan mendapatkan semuanya? Kita akan merasa kenyang, tenang, dan senang dengan segala kehidupan kita.

Dan sebaliknya ketika kita semakin jauh, cuek, dan keras kepala nggak mau tunduk ke Allah, jiwa kita akan tambah liar, hidup kita putar-putar aja nggak karuan, pikiran semakin nggak jelas dan ribet, dan fisik kita juga ikutan capek. Karena memang Allah akan buat seperti itu orang- orang yang “bandel” dari tunduk kepadaNya. Allah Ta'ala berfirman di dalam Al Quran, (yang artinya) ".... Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki kelangit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman” (QS. Al-An’am : 125).

Kawan, hidup kita ini hanya satu episode saja. Nggak ada acara balik ngulang lagi dari awal. Saat semua udah berakhir dengan adanya kematian kita nanti, ya udah kita mau nggak mau harus menyongsong kehidupan kita selanjutnya, di alam selanjutnya. Suka nggak suka, mau nggak mau, siap nggak siap, ya kudu berangkat. Karena itu jangan sia-siakan umur dengan tetap aja bingung mau gimana atau ngapain sih kita sekarang, biar damai dan bahagia. Segera kita kembali ke tujuan buat apa kita ini diciptakan oleh Allah. Yaitu beribadah kepada Allah, dengan cara dan aturan yang Allah mau, Allah suka dan Allah ridho. Setuju?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE