Saling Menolong di dalam Kebaikan | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Saling Menolong di dalam Kebaikan

Manusia adalah makhluk sosial. Mereka tidak bisa hidup sendiri. Mereka pasti akan saling membutuhkan satu sama lain. Ibarat kata, ketika ada manusia yang meninggal, dia tidak akan dapat mengurus dirinya sendiri dan sampai di kubur dengan usahanya sendiri. Semua pasti membutuhkan pertolongan, dan bantuan dari manusia yang lainnya.

Seseorang yang memiliki sifat suka menolong, maka dia akan banyak ditolong tanpa harus meminta tolong terlebih dahulu. Selain itu, manusia disekitarnya juga dengan mudah menyayanginya. Dan sebaliknya seseorang yang tidak mudah perduli dengan keadaan orang lain, maka diapun akan sulit mendapat tempat ditengah masyarakat.

Karena itu Islam menganjurkan umatnya untuk memiliki sifat “cepat kaki ringan tangan” atau suka menolong kepada siapa yang membutuhkan. Tapi pertolongan seperti apakah yang diperintahkan Allah kepada kita, Hijabers?

Allah Ta’ala berfirman, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (al-Maidah: 2)

Ketika kita menolong dalam hal kebaikan, tidak lantas pahala yang kita dapat akan terhenti pada satu kebaikan tersebut saja. Pahalanya akan terus mengalir sebanyak orang yang mengikuti kebaikan tersebut. Sebaliknya, ketika kita memberikan pertolongan atas sebuah pelanggaran atas aturan Allah, maka dosa itupun juga akan terus mengalir sebanyak orang yang mengikutinya.

Hal ini selaras dengan apa yang diungkapkan oleh Imam Nawawi rahimahullah. Beliau  berkata, Barangsiapa yang memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya. Sedangkan barangsiapa yang memberi petunjuk pada kesesatan, maka ia akan mendapatkan dosa seperti orang yang mengikutinya. Aliran pahala atau dosa tadi didapati baik yang memberi petunjuk pada kebaikan atau kesesatan tersebut yang mengawalinya atau ada yang sudah mencontoh sebelumnya. Begitu pula aliran pahala atau dosa tersebut didapati dari mengajarkan ilmu, ibadah, adab dan lainnya.”


Karena itu, sebagai seorang muslimah yang taat kepada Allah, sudah menjadi kewajiban kita untuk waspada terhadap bantuan yang akan kita berikan kepada orang lain. Jangan sampai, bantuan tersebut malah menjadi sumber dosa yang akan membawa kerugian bagi diri kita sendiri, karena memiliki nilai kejahatan atau kemungkaran kepada Allah. Karena semakin banyak orang yang akan mengikutinya nanti, pundi- pundi dosa kita juga akan bertambah. Selain menjerumuskan orang lain, hal ini berarti kita juga menyiksa diri sendiri, Hijabers. Jadi harus kita pastikan, bahwa pertolongan itu adalah yang bernilai positif, membawa kebaikan dan menambah ketaatan kepada Allah Ta’ala, agar diri kita senantiasa selamat.

 

 

 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top