Salat 5 Waktu Menghapus Dosa | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Salat 5 Waktu Menghapus Dosa

Kawan, jika didepan rumah kita ada sebuah sungai, dan lalu kita setiap hari merutinkan mandi lima kali sehari, apakah badan kita akan masih terlihat kotor? Tentu saja tidak. Itulah perumpamaan bagi kita yang merajinkan diri untuk melaksanakan salat lima waktu setiap hari. InshaAllah kitapun akan lebih mudah untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan.

 

Memang semua manusia pernah melakukan dosa dan kesalahan. Namun ketika kita rajin untuk selalu bertaubat dan memohon ampun, serta belajar “membersihkan diri” dan batin kita dengan rutin melaksanakan salat lima waktu, InshaAllah lama- lama jiwa dan fisik kita akan terlatih untuk menjadi yang lebih taat dari pada sebelumnya.

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan salat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah menerangkan, “Salat yang bisa membersihkan kotoran dosa adalah salat yang sempurna. Di dalam salat tersebut dikerjakan secara sempurna, hati hadir dalam salat dan seseorang yang salat benar-benar bermunajat pada Allah. Jika demikian, setelah salat, ia dapat apa yang ingin diraih yaitu pahala yang besar dan Allah menghapuskan kesalahannya.”

 

Kawan, dosa – dosa kita adalah yang akan membuat gelisah dan susah hidup kita. Karena hati telah banyak tertutup dosa, maka hati kitapun akan menjadi gelap. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Jika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran.”

 

Maka dari itu, jangan pernah ragu untuk selalu mendidik diri kita agar belajar istiqamah dalam melaksanakan salat lima waktu. Karena amalan salat ini pula lah yang nantinya juga akan di hisab pertama kali di hadapan Allah kelak. Apa jadinya jika kita buku catatan amalan kita penuh dengan catatan tentang salat kita yang rusak? Bukankah itu sama saja dengan menyiksa diri kita sendiri? Kalau kita bisa lebih menyayangi diri dan berbahagia dengan itu semua, lalu mengapa kita memilih untuk merugi dan menyiksa diri? Semoga hal ini menjadi perenungan bagi kita semua. Dan semoga Allah senantiasa memberikan taufik dan hidayahNya agar kita bisa kuat hati dan istiqamah dalam melaksanakan salat lima waktu yang menjadi kewajiban kita. Aamiin.

 



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top