Salah Satu Pemuda dari Bani Israil yang Membunuh 99 Jiwa | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Salah Satu Pemuda dari Bani Israil yang Membunuh 99 Jiwa

Islam sangat memuliakan kehidupan seorang mukmin, serta menjaga nyawa, kehormatan dan darah mereka. Bahkan tentang berharganya nilai semua itu, langsung ditegaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan pelakunya pun diancam dengan neraka Jahanam, serta mendapatkan murka dan laknat dariNya. Allah berfirman, “Dan barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisa: 93).

Dosa membunuh seorang muslim dengan sengaja sama sekali bukanlah perkara  yang ringan, dan jalan yang harus ditempuh bagi para pelaku pembunuhan ini adalah bertaubat. Allah ta’ala berfirman, (yang artinya) “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Alloh dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Alloh (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Alloh dengan kebajikan. Dan adalah Alloh maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Furqon: 68-70)

Hijabers, sebesar apapun dosa yang dilakukan oleh seorang hamba, maka Allah subhanahu wa ta’ala pasti akan mengampuninya jika ia bertaubat. Bahkan dosa pembunuhan yang telah Allah ancam pelakunya dengan nerakapun akan Allah ampuni jika pelakunya mau bertaubat.

Hal ini seperti tertuang dalam sebuah kisah yang telah disampaikan oleh Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam tentang seorang pemuda dari Bani Israil yang telah membunuh 99 jiwa, lalu kemudian Alloh menyadarkan pemuda itu untuk bertaubat.

Maka pergilah sang Pemuda tersebut kepada seorang ahli ibadah dan lalu menceritakan semua yang telah dilakukannya. Sang ahli ibadah ini malah memutuskan bahwa tidak ada kesempatan bagi pemuda ini untuk bertaubat. Maka sang pemuda tadi membunuh ahli ibadah tersebut, sehingga genaplah 100 jiwa yang telah dibunuhnya.

Selanjutnya, datanglah pemuda tadi kepada seorang ahli ilmu dan lalu menceritakan juga semua yang telah dilakukannya. Ahli ilmu tersebut menjawab, “Ya, siapa yang dapat menghalangimu dari taubat?” Kemudian ulama tadi melanjutkan, “Akan tetapi, penduduk negeri tempat tinggalmu adalah orang-orang yang zalim. Pergilah ke negeri Fulan, penduduk di sana adalah orang-orang yang baik dan shalih!”

Setelah itu, pergilah  sang pemuda ke negeri yang telah ditunjukkan tersebut, namun sayang ditengah- tengah perjalanannya pemuda tersebut meninggal. Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab lalu  saling memperebutkan siapa yang berhak membawa ruh pemuda itu. Allah akhirnya mengutus seorang penengah di antara kedua malaikat tadi. Sang penengah tadi berkata, “Ukurlah jarak pemuda ini antara kedua negeri tersebut (negeri asalnya dan negeri tempat dia berhijrah), mana di antara keduanya yang lebih dekat dengannya maka dia termasuk penduduk kota tersebut.” Dan Alhamdulillah, ternyata pemuda tadi lebih dekat dengan negeri yang akan ditujunya untuk berhijrah. Akhirnya, Malaikat Rahmat pun membawa ruh pemuda itu. (HR. Bukhori dan Muslim).



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top