Sakit, Peluntur Dosa dan Kesalahan | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Sakit, Peluntur Dosa dan Kesalahan

Sakit biasanya menjadi kondisi yang menyedihkan bagi siapapun yang mengalaminya. Namun, sungguh ajaib memang setiap urusan orang muslim itu. Karena bagi mereka, bahkan dalam sakit sekalipun, justru terkandung hikmah dan kebaikan didalamnya. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Imam Ibnul Qayyim. Beliau berkata, “Andai kata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah. Namun akal kita sangat terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia dibawah sinar matahari. Dan inipun hanya kira-kira, yang sebenarnya tentu lebih dari sekedar gambaran ini”.

Dan tak cuma sekedar hikmah dan pelajaran yang akan kita peroleh, Allah Ta’ala pun memberikan banyak pahala serta pengampunan dosa dosa kepada siapapun para hambanya yang terkena musibah sakit, namun mau bersabar. Hal ini sebagai bukti Maha Penyayangnya Allah, dan Dia tidak pernah sekalipun mendhollimi hamba- hambaNya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya),

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya.” (HR. Bukhari).

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya.” (HR. Muslim).

“Bencana senantiasa menimpa orang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban).

Jadi Hijabers, jangan merasa sakit yang kita derita adalah akhir dari hidup kita. Bahkan kita akan banyak memiliki masa istirahat, serta akan lebih banyak mengingat Allah, dan lebih dekat kepadaNya. Kita akan lebih banyak waktu jeda untuk instropeksi dan atau perbaikan diri kita. Dan hikmah serta pelajaran tersebut hanya akan dimiliki oleh mereka yang dengan legowo serta sabar menghadapi ujian Allah tersebut. Dalam Hadist Qudsi Allah Azza wa Jalla telah berfirman, (yang artinya), “Wahai anak Adam, jika engkau sabar dan mencari keridhoan pada saat musibah yang pertama, maka Aku tidak meridhoi pahalamu melainkan surga.”

 Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam juga bersabda, (yang artinya), Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah menyukai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridho maka baginya keridhoan, dan barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan. (HR. Tirmidzi dan  Ibnu Majah). Jika sakit itu menurut kitaadalah sebuah penderitaan besar bagi kita, maka yakinlah bahwa Allah sebenarnya sangat menyayang kita. Dia hanya ingin menguji iman dan kesabaran kita sampai dimana. Karena itu, tetaplah bersyukur dalam apapun keadaan kita. Karena semua takdir yang terjadi kepada kita adalah dari Allah, dan pasti yang terbaik buat kita. Allah tahu yang terbaik selalu untuk kita.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top