Sakaratul Maut Yang Menyakitkan Bagi Orang-Orang Dzalim | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Sakaratul Maut Yang Menyakitkan Bagi Orang-Orang Dzalim

386 kali dilihat

Kematian adalah akhir kehidupan seorang manusia di dunia ini. Kematian juga berarti pemutus segala kenikmatan, kesenangan, dan awal dari perjalanan keabadian kita di akherat. Bila kematian itu datang, maka malaikat pencabut nyawa tidak akan menunda barang sedetikpun untuk melakukan tugasnya, mencabut nyawa kita.

 

Lalu, kira- kira akan seperti apakah akhir kehidupan kita kelak? Bagaimana proses sakaratul maut yang akan kita hadapi kelak? Semoga kita termasuk orang- orang yang diselamatkan Allah dari kematian yang buruk, yang gambarannya adalah seperti tertulis dalam Al-Quran,

 

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang dzalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (seraya berkata): ‘keluarkan nyawamu.’ Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah SWT (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’am:93).

 

Hijabers, Imam Ghazali menuturkan, di akhir sakaratul maut, manusia akan diperlihatkan wajah malaikat pencatat Amal. Kepada orang dholim, malaikat itu akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir ke tengah-tengah perbuatan keji, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan buruk, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan buruk. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik!"

 

Para malaikat itu bermuka hitam, dan kemudian membawa kain mori kasar. Lalu mereka duduk di sekeliling si manusia tersebut. Saat itu turunlah malaikatul maut dan duduk di arah kepalanya seraya berkata, ‘Wahai nyawa yang hina keluarlah dan jemputlah kemurkaan dan kemarahan Allah!’

 

Dan dengan cara yang tidak akan mampu di bayangkan, malaikat maut mencabut nyawa manusia itu dengan paksa. Selanjutnya, nyawa tersebut dibungkuslah menggunakan kain mori kasar yang telah dipersiapkan oleh para malaikat yang sedari tadi mengelilinginya. Dan setelah itu terciumlah aroma busuk teramat busuk yang pernah tercium di muka bumi ini.

 

Selanjutnya, malaikatul maut pun mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempat di surga atau neraka”.

 

Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang yang dholim di neraka, “Wahai musuh Allah itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka.”

Hijabers, orang-orang dholim ketika mereka menghadapi kematian, ruhnya akan keluar dengan susah payah. Mereka benar-benar tersiksa.. Mereka hanya bisa merintih, memohon agar nyawanya dikembalikan pada raganya, dan meminta sedikit lagi waktu untuk hidup di dunia agar bisa kembali berbuat baik. Namun sekali lagi, Allah tidak akan pernah lagi memberi kesempatan kepada mereka.

 

Allah berfirman yang artinya,

“(demikianlah keadaan orang-orang kafir), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: ‘Ya Rabbi kembalikan aku ke dunia. Agar aku berbuat amal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mukminun: 99-100).

 

Hijabers, orang yang tertancap pedang saja masih sanggup berteriak, namun dikala mata telah bertemu dengan malaikat maut, jangankan berteriak, kerongkongan akan terasa kering, dan akal pun seakan terhenti dan tertutupi karena merasakan sakit yang luar biasa.

 

Dan mati bukanlah soal usia, soal waktu apalagi harta. Dia akan datang tanpa diminta, dan tanpa kita sadari sebelumnya. Semoga Allah melindungi kita dari kematian yang buruk. Dan semoga Allah menyelamatkan kita dari sakaratul maut yang sangat menyakitkan.

 

Karena itu kawan, jangan sampai kita terlalu lelap dalam dunia yang tidak akan ada habisnya, dan atau malah membuat kita berbuat ingkar kepada Allah. Sebuah hadist yang disampaikan lewat sahabat Rasul, Abu Hurairah ra.: “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).” (HR. Al-Tirmidzi).

 

Banyak- banyak mengingat mati akan membuat kita tidak menyesal di kala nyawa kita sudah di ujung tanduk. Karena dengan itu kita tidak akan menunda lagi taubat dan perbaikan diri kita untuk menuju kepada yang Allah ridho.

 

Karena itu, mari kita selalu memohon kepada Allah, untuk menurunkan hidayah serta taufiknya agar kita senantiasa dimudahkan untuk melakukan semua itu.



RELATED ARTICLE