Saat Pahala Menjadi Sia-Sia | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Saat Pahala Menjadi Sia-Sia


Jika kita memiliki uang lebih, dan kita pandai berhemat lewat menabung, maka hati kita akan mudah tentram. Kita belajar mengontrol diri agar tidak boros, kita pun belajar menghargai dirisendiri dengan menyayangi setiap rupiah yang telah dihasilkan oleh keringat kita. Kita pun dapat menabung untuk keperluan tak terduga nantinya. Tinggal pakai saja tabungan kita. Dengan begitu, hidup pastinya lebih santai untuk dijalani.

Berbeda dengan mereka yang tidak gemar menabung, menggunakan uang tidak dengan bijak. Hijabers, tahukah kita bahwa umur kita pun dapat habis seperti harta. Bayangkan jika kemudian dalam umur yang habis, kita sama sekali tidak memiliki “tabungan” pahala atau amal baik? Penyesalan pasti akan terjadi. Atau kita yang senantiasa berbuat baik, namun juga di sisi lain rajin untuk mengadakan kesombongan, kedurhakaan, dan kemaksiatan kepada Allah yang membuat amal kita terhapus, betapa ruginya kita.

Dan Kami tampakkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. Al Furqan : 23)

Apa jadinya ketika kita telah mengira bahwa kita memiliki banyak pahala, tapi ternyata semua sia-sia dihadapan Allah?. Apa jadinya ketika kita telah mengira diri kita sholihah tapi ternyata semua tidak ada artinya di sisi Allah?.

Karena itu teman, jangan pernah merasa aman dari kejahatan diri kita sendiri. Jangan merasa telah di atas angin dan selamat dari kejahatan diri kita sendiri. Jangan merasa lebih mulia, lebih baik atau lebih suci.  Kita manusia yang lemah, yang seharusnya memang melakukan perbaikan diri lebih baik dari hari ke hari. Ikhlaslah karena Allah dengan semua ibadah kita. Agar kelak ibadah kita memperoleh pahala. Agar nilai ibadah kita tidak sia-sia. Dahulukan bagaimana pandangan Allah terhadap kita.

‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata, “Amal yang salih adalah amalan yang kamu tidak menginginkan pujian dari siapapun atasnya kecuali dari Allah.”

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Ketahuilah, bahwasanya keikhlasan seringkali terserang oleh penyakit ujub (rasa bangga pada diri sendiri). Barang siapa yang ujub dengan amalnya maka amalnya terhapus. Begitu pula orang yang menyombongkan diri dengan amalnya maka amalnya pun menjadi terhapus.”

Hidup hanya sekali di dunia ini Hijabers. Jangan sampai kita merugi, menyesal dan tidak mengerti lagi apa yang harus kita lakukan. Mari belajar mengisi hari-hari kita dengan kebaikan dan keikhlasan dalam beramal baik dan beribadah kepada Allah. Semoga Allah memudahkan usaha kita, dan kita tidak tergolong orang-orang yang merugi di akherat kelak. Aamiin.





Writer : Ratna.P. Sari

Editor : BL




RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top