Saat Dosa Terasa Biasa | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Saat Dosa Terasa Biasa

278 kali dilihat

Mendekati akhir jaman, banyak dosa yang dianggap biasa. Atau parahnya lagi malah banyak yang menghalalkan semua perbuatan dosa tersebut. Syirik dianggap standart, kriminal dianggap prestasi, zina jadi hobi, dan lain sebagainya.

Padahal Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda tentang salah satu keadaan orang yang dalam kategori beriman, “Sesungguhnya orang yang beriman melihat dosa-dosanya seperti ketika duduk di bawah gunung, dia takut kalau gunung tersebut jatuh menimpanya. Adapun orang yang maksiat melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat (terbang) di depan hidungnya.” (HR. Bukhari).

Kawan, kalau ada dari kita yang ternyata merasa jadi salah satu pelaku kemaksiatan yang udah mati rasa sama dosa, maka sebenarnya kita kudu bersedih. Kenapa? Sebab bisa jadi Allah udah mengunci mati hati kita, sehingga kita nggak bisa lagi nerima kebenaran, dan akhirnya menganggap yang hitam itu jadi putih. Seperti yang tertulis dalam Al Quran, (yang artinya), “Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat” (QS. 2:7)  

Dan tentang sebab kenapa Allah sampai mengunci mati hati kita, salah satunya adalah karena kita udah banyak berbuat zhalim, dan atau kita offside dalam hal kebandelan kita ke Allah. Selain itu, kita juga terlalu santai atau meremehkan pelanggaran yang kita lakukan terhadap aturan dan hukum Allah.

Allah berfirman didalam Al Quran (yang artinya), “Siapa saja yang banyak berbuat zhalim, lalu Allah jadikan ia sesat, maka tidak akan ada seorang pun memberi dia petunjuk agama Allah. Wahai Muhammad, kelak kamu akan melihat orang-orang zhalim yang ditimpa adzab berkata, “Apakah ada jalan kembali ke dunia bagi kami? Wahai Muhammad, kamu akan melihat orang-orang kafir menunduk dan terhina ketika dihadapkan ke neraka. Mereka melirik ke kanan dan ke kiri mencari orang yang dapat menolong mereka. Orang-orang beriman ketika itu berkata, “Sungguh orang-orang yang celaka pada hari kiamat adalah orang-orang yang masuk neraka bersama keluarga mereka. Ketahuilah bahwa orang-orang yang banyak berbuat dosa akan kekal di dalam neraka” (Asy Syuuraa: 44-45)

Maka yuk kita cek diri kita masing-masing. Kalau ternyata kita masih aja anggap enteng dosa atau kesalahan yang kita lakukan, maka itu artinya ada yang salah sama diri kita. Jangan sampai kita abai dengan keadaan kita ini, karena semakin lama hati kita akan semakin mengeras, dan bahkan bisa mati rasa terhadap dosa. Lalu akhirnya kualitas kitapun jadi lebih rendah dari binatang ternak. Naudzubillah...

Allah Ta’ala berfirman di dalam Al Quran (yang artinya), “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai”. (QS. 7: 179)

Kawan, jangan tunggu sampai Allah marah dan menurunkan adzabnya ke kita. Karena kalau udah begitu, dijamin semuanya nggak akan biasa dan nggak akan ada lagi yang bisa nolong kita.

Kenapa sih hidup yang hanya sekali ini kita persulit sendiri? Bukankah kita hanya seorang hamba yang memang punya kewajiban mengabdi kepada Robb kita? Maka ayo kita bersih-bersih diri dan hati kita biar Allah ridho ke kita. Dan biar hati kita senantiasa hidup, agar gampang menerima kebenaran dan membawa kembali diri kita ke jalan yang benar.  Kenapa sih hidup yang hanya sekali ini kita persulit sendiri?

“Wahai kaum mukmin, hendaklah kalian takut siksa pada hari kiamat, saat kalian dikembalikan kepada Allah. Setiap orang akan diberi balasan yang setimpal dengan perbuatan yang telah ia lakukan didunia. Setiap orang tidak akan dianiaya sedikit pun dalam mendapatkan balasan amalnya” (QS. Al-Baqarah 281).

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE