Rumahku Adalah Karirku | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Rumahku Adalah Karirku

"Sudahlah, wanita tidak perlu sekolah tinggi- tinggi. Paling juga nanti harus tetap di rumah ngurus anak". Kalimat ini mungkin pernah kita dengar, Hijabers. Di luaran sana ada beberapa orang yang memiliki pandangan jika wanita memang pada akhirnya hanya perlu di rumah saja mengurus kebutuhan suami dan anak. Hal ini memang tidak salah, karena memang sudah menjadi tanggung jawab seorang muslimah untuk menjadi "ratu" dirumah tangganya sendiri kelak.


“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR Al Bukhari dan Muslim)

“Dan seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR Al Bukhari )


Namun, satu hal yang sangat disayangkan adalah bahwa mereka juga berpendapat bahwa wanita tidak perlu bersekolah dan berilmu tinggi, melainkan cukup ala kadarnya saja. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, bagaimana bisa seorang wanita mendidik anak-anaknya dan mengatur rumah tangga tanpa ilmu yang memadai?

Seorang penyair dalam bait syairnya:

“Ibu adalah sebuah madrasah (tempat pendidikan) yang jika kamu menyiapkannya, berarti kamu menyiapkan (lahirnya) sebuah masyarakat yang baik budi pekertinya.”

Ibu adalah pengajar pertama bagi anak-anaknya. Darinya seorang anak belajar berakhlak, dan berpola pikir. Jika seorang ibu tidak cerdas dan pandai dalam ilmu dunia dan ilmu agama, bisa dipastikan "warisan" sikap, sifat, dan kebiasaan yang akan diturunkan kepada anak-anaknya kelak, tidaklah begitu baik. Karena itu, seorang wanita memanglah harus bersekolah dan menuntut ilmu. Ketika telah lulus, bukan berarti pula ia memiliki kewajiban untuk harus jadi wanita karir yang bekerja di luar rumah. Dengan ilmu atau ketrampilan yang memadai, bahkan seorang wanita bisa bekerja sambil tetap mengurus rumah tangganya sendiri.

Apalagi di zaman modern sekarang ini. Jarak dan waktu bukan lagi halangan untuk wanita bekerja, walau hanya dari dalam rumah. Akses internet dan teknologi yang canggih sangat membantu dan  memungkinkan para wanita untuk melakukannya. Wanita tetap bisa terjaga dan menjaga diri, serta taat kepada Allah. Seperti tertulis dalam Alquran berikut ini.

 

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya...” (QSal-Ahzaab:33)

 

Di rumah pun wanita tetap bisa berkarya. Dari rumah pun, wanita bisa mengaplikasikan ilmu yang merekadapatkan. Dari rumah pun mereka bisa bekerja sekaligus mendulang pahala dari berbagai ketrampilan mereka. Ditambah lagi mereka tidak perlu meninggalkan tugas dan kodrat mereka yaitu sebagai seorang ibu rumah tangga yang bertanggung jawab atas urusan rumah dan anak-anaknya. Hal ini sangat nikmat tentunya dirasakan oleh para wanita. Karena kodrat batin wanita adalah dekat bersama anak-anaknya. Dengan berkarya di rumah, mereka tidak perlu membagi pikiran antara urusan di kantor dan keadaan anak-anak mereka dirumah.

Tidak banyak lho, yang bisa mendapatkan kesempatan serupa. Entah karena keadaan dimana si wanita harus menjadi orangtua tunggal, gaji suaminya kurang mencukupi, atau terpaksa bekerja di luar rumah karena alasan-alasan lainnya.

Karena itu Hijabers, mumpung kita masih muda mari persiapkan ilmu kita sebaik baiknya. Mari olah ketrampilan yang kita miliki agar nanti kita bisa membangun karir di rumah. Jangan bingung harus memilih bidang apa. Semua dari kita pasti punya hobi dan keunikan tersendiri yang tidak dimiliki orang lain. Kembangkan dan tekuni hal itu sebagai bagian dari keseharian kita. Mungkin kita bisa memulainya dari hal-hal sederhana tersebut.

Yang terpenting adalah kita dapat bersungguh-sungguh dan memiliki ilmu yang cukup untuk bidang yang kita geluti, belajar tekun dan tidak gampang menyerah, maka insya Allah kita pun bisa memetik hasilnya. Kita bisa mendulang rezeki sekaligus pahala dari rumah kita. Serta yang terpenting dari itu semua adalah kewajiban kita tidak terbengkalai sebagai seorang hamba Allah, seorang istri, dan ibu bagi anak-anak kita.

 

 




 

 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top