Ribut Dan Berdebatlah! Tapi... | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Ribut Dan Berdebatlah! Tapi...

229 kali dilihat

Kalau kita ribut dan berdebat dengan teman, betapapun kita menang, tapi akhirnya mereka akan jaga jarak dari kita.

Kalau kita ribut dan berdebat dengan sahabat, walaupun kita menang, tapi mereka mungkin akan berpikir dua kali buat jadi sahabat kita lagi.

Kalau kita ribut dengan saudara, walaupun kita menang, tapi akhirnya hubungan kita dengannya akan sedikit renggang.

Kalau kita ribut dengan tetangga, walaupun kita menang, tapi akhirnya kehangatan dan keramahan itu akan hilang.

Kalau kita ribut dengan pasangan, walaupun kita menang, tapi rasa kasih sayang itu juga akan berkurang.

Kalau kita ribut dan berdebat dengan siapapun, walaupun kita yang menang...

Ternyata hanya ego kita sendiri yang menang. Tapi keadaan nggak kita menangkan. Hal buruk justru malah datang ke kita, dan buat kita sedih atau malah kepikiran.

Kalau sudah begini, lalu dimanakah letak kemenangan kita yang sebenarnya?

Kemenangan yang kita banggakan ternyata cuma semu aja. Cuma sekedar kepuasan udah bisa mengalahkan lawan kita. Udah itu aja. Habis itu nggak ada arti apa-apa yang berarti.

Jadi...

Nggak perlu ribut, karena Allah memberi kita mulut untuk berkomunikasi. Nggak perlu debat, karena kebenaran yang sejati nggak akan pernah kita miliki.

Selesaikan semua dengan kasih sayang dan pikiran dingin...

Menegur dengan kasih sayang, menerima teguran juga dengan perasaan lega, karena berpikir positif bahwa itu adalah bentuk dari rasa sayang.

Mengingatkan dengan kasih sayang, dan menerima peringatan dengan lega, karena toh nggak ada manusia yang sangat bisa dipuji karena sebuah kesempurnaan.

Nggak perlu kalah menang, sekali lagi kalau kita menang hanyalah ego kita yang menang, dan sebenarnya kita sendiri sedang menikmati kekalahan. Tapi kebanyakan kita nggak menyadari itu. Dan yang sedihnya lagi, kitapun kehilangan kesempatan untuk mendapatkan sebuah hunian mewah kita di surga kelak.

“Aku adalah penjamin di rumah yang ada di sekeliling Surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan, meski dia benar. Dan di tengah-tengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta, meskipun dia bergurau. Juga di Surga yang tertinggi bagi orang yang baik akhlaknya." (HR. Abu Daud).

 

(NayMa)


Artikel Terkait Lainnya..
Ego, Penghancur Kehidupan Rumah Tangga

RELATED ARTICLE