DiaryHijaber
Puasa Sunnah pada Saat Hari 'Asyura | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Puasa Sunnah pada Saat Hari 'Asyura

(DiaryHijaber.com) - Hari ‘Asyura adalah hari kesepuluh pada bulan Muharrom. Hari ‘Asyura sendiri adalah hari yang agung, penuh sejarah serta menyimpan banyak kemuliaan yang besar sejak dahulu. Nabi Musa dahulu juga terbiasa berpuasa pada hari ini dikarenakan banyaknya keutamaan yang ada di dalamnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala berada di Makkah, beliau berpuasa pada hari ‘Asyura, namun tidak memerintahkan kepada umatnya. Ketika tiba di Madinah kemudian beliau menyaksikan Ahlul kitab berpuasa serta memuliakan hari tersebut. Beliaupun lalu memberi anjuran untuk umatnya berpuasa bahkan hingga anak-anak sekalipun. Dari Ibnu Abas radiyallahu ‘anhuma berkata,

“Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, Beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘asyura. Maka Beliau bertanya kepada mereka, Hari apa ini hingga kalian berpuasa? Mereka menjawab: Ini adalah hari yang mulia di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya, serta menenggelamkan fir’aun beserta bala tentaranya. Maka sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Allah, Nabi Musa berpuasa pada hari ini, dan kamipun ikut berpuasa. Beliau lalu bersabda, “Sungguh kami lebih berhak dan lebih utama (untuk mengikuti Musa) dari pada kalian.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu.” (Hr. Bukhari Dan Muslim)


Namun ketika puasa Ramadhan telah diwajibkan, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak lagi mewajibkan atas para sahabatnya untuk puasa ‘asyura. Dari Ibnu Umar radiyallahu ‘anhuma berkata, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan puasa ‘asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Ketika puasa ramadhan diwajibkan, Rasulullah meninggalkan hal tersebut- yakni berhenti mewajibkan mereka mengerjakan dan hukumnya menjadi mustahab (sunah).”

Tingkatan Puasa ‘asyura

Puasa ‘Asyura ini ada tiga tingkatan yang bisa dikerjakan :

Pertama: Berpuasa sebelum dan sesudahnya. Yaitu tanggal 9-10-11 Muharrom. Dan inilah yang paling sempurna. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, Rasul bersabda, “Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya.” (Hr. Ahmad)


Kedua: Berpuasa pada tanggal 9 dan 10. Inilah yang paling banyak disebutkan di dalam hadits.

Ibnu Hajar berkata “Keinginan Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa Sallam untuk berpuasa pada tanggal sembilan mengandung kemungkinan bahwa beliau tidak hanya berpuasa pada tanggal sembilan saja, namun juga ditambahkan pada hari kesepuluh. Kemungkinan dimaksudkan untuk berhati-hati dan mungkin juga untuk menyelisihi kaum Yahudi dan Nashara, kemungkinan kedua inilah yang lebih kuat, yang itu ditunjukkan sebagian riwayat Muslim. ”Dari ‘Atha’, dia mendengar Ibnu Abbas berkata: ”Selisihilah Yahudi, berpuasalah pada tanggal 9 dan 10”.

Ketiga: Berpuasa hanya di tanggal 10 saja.

Al-Hafidz berkata : ”Puasa Asyura mempunyai 3 tingkatan, yang terendah berpuasa sehari saja, tingkatan diatasnya ditambah puasa pada tanggal 9, dan tingkatan diatasnya ditambah puasa pada tanggal 9 dan 11. Wallahu a’lam.”

Keutamaan Puasa ‘Asyura

Berikut ini adalah keutamaan puasa ‘Asyura, diantaranya :

  1. Menghapus dosa satu tahun yang lalu

Continue reading on next page...



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top