Pernikahan di Bulan Syawal | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Pernikahan di Bulan Syawal

380 kali dilihat

Menikah adalah sebuah ibadah. Dengan menikah, seseorang juga telah menyempurnakan separuh agamanya, sehingga dia tinggal menjaga diri dari separuhnya lagi. Hal ini sesuai dengan yang telah disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, (yang artinya) “Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi).

Dan didalam islam, justru dianjurkan untuk menikah di bulan Syawwal. Hal ini pernah seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika menikahi istrinya ‘Aisyah radiallahu ‘anha.

Beliau (istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal.” (HR. Muslim).

Hal ini jelas menepis anggapan yang beredar di kebanyakan masyarakat kita, bahwa menikah di bulan Syawwal akan membawa dampak buruk serta kesialan dan jauh dari berkah.

Imam An-Nawawi rahimahullah telah menjelaskan, “Di dalam hadits ini terdapat anjuran untuk menikahkan, menikah, dan membangun rumah tangga pada bulan Syawal. Para ulama kami telah menegaskan anjuran tersebut dan berdalil dengan hadits ini. Dan Aisyah Radiyallahu ‘anhaa ketika menceritakan hal ini bermaksud membantah apa yang diyakini masyarakat jahiliyyah dahulu dan anggapan takhayul sebagian orang awam pada masa kini yang menyatakan kemakruhan menikah, menikahkan, dan membangun rumah tangga di bulan Syawwal. Dan ini adalah batil, tidak ada dasarnya. Ini termasuk peninggalan jahiliyyah yang menganggap sial hal itu"

Sedangkan Ibnu Katsir rahimahullah juga menjelaskan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi ‘Aisyah untuk membantah keyakinan yang salah sebagian masyarakat yaitu tidak suka menikah di antara dua ‘ied atau bulan Syawwal termasuk di antara ‘ied fitri dan ‘idul Adha). Mereka khawatir akan terjadi perceraian. Keyakinan ini tidaklah benar.”

Karena itu Hijabers, jika siapapun diantara kita yang memiliki keinginan mulia untuk menikah, maka tidak ada salahnya untuk memilih bulan syawal sebagai pelaksanaan hari istimewa kita. Karena apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW pastilah akan memberi berkah bagi kita dan rumah tangga kita kelak. InshaAllah...



RELATED ARTICLE