Perjalanan Luar Biasa yang Dialami Nabi Muhammad | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Perjalanan Luar Biasa yang Dialami Nabi Muhammad

846 kali dilihat

Seseorang yang mencintai orang lain, pastilah sangat mengerti tentang siapa dan bagaimana orang tersebut. Pun sama ketika kita mencintai Rasulullah SAW, kekasih dan tauladan kita tercinta. Karena itu, kali ini kita akan sedikit membahas tentang kehidupan beliau yang mulia dan mengagumkan. Semoga dapat kita ambil pelajaran dan hikmahnya, dan membuat kita lebih mencintai beliau Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam.  

Nabi Muhammad SAW adalah anak dari Abdullah bin Abdul-Muthalib. Ibu beliau benama Aminah binti Wahab. Dan beliau dilahirkan di hari senin, 12 rabi’ul awwal tahun gajah atau 20 april 571 masehi.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keutamaan nasab. Beliau merupakan keturunan orang-orang pilihan di setiap generasinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah memilih Ismail dari anak-anak keturunan Ibrahim. Dan memilih Kinanah dari anak-anak keturunan Ismail. Lalu Allah memilih Quraisy dari anak-anak keturunan Kinanah. Kemudian memilih Hasyim dari anak-anak keturunan Quraisy. Dan memilihku dari anak keturunan Hasyim.” (HR. Muslim dan Ibnu Majah).

Ketika Nabi Muhammad SAW masih di dalam kandungan ibunya, Abdullah sang ayah lalu pergi ke negeri Syam untuk berdagang. Tetapi, ketika sampai di kota Madinah, ayah beliau tersebut sakit dan wafat. Abdullah dimakamkan di kota Madinah. Maka jadilah Nabi Muhammad SAW lahir ke dunia dalam keadaan yatim.

Setelah lahir, Nabi disusukan oleh wanita bernama Halimah as-Sa’diyah. Hal ini karena sudah menjadi adat bangsa Arab ketika itu, bahwa bayi yang lahir akan disusui oleh wanita yang lain. Selama empat tahun lamanya Rasulullah SAW tinggal di dusun Bani Sa’ad bersama ibu susunya tersebut.

Ketika telah berusia lima tahun, terjadi sebuah kejadian, dimana Nabi didatangi dua laki-laki berpakaian serba putih, membaringkan beliau, dan lalu melakukan sesuatu atas dada beliau. Walaupun akhirnya Nabi Muhammad SAW tetap baik-baik saja setelah peristiwa itu, namun Halimah as-Sa’diyah amat khawatir. Akhirnya Halimah pun mengembalikan Nabi Muhammad kepada orang tuanya.

Suatu hari ketika Nabi bersama ibu Aminah berziarah ke makam sang ayah. Dan di dalam perjalanan pulang dari Madinah, tepatnya di desa Abwa’, yaitu antara Makkah dan Madinah, Siti Aminah tiba- tiba jatuh sakit. Tak lama kemudian, Siti Aminah pun wafat. Kejadian ini terjadi ketika Nabi Muhammad SAW berusia 6 tahun.

Setelah itu, jadilah Nabi Muhammad SAW seorang yatim piatu. Beliaupun akhirnya melanjutkan perjalanan untuk pulang kembali ke Mekkah bersama pembantu beliau yang bernama Ummu Aiman.

Nabi pun lalu di asuh oleh kakeknya yang bernama Abdul-Muthalib, hingga menjelang usia 9 tahun. Setelah tiga tahun bersama, kakek beliau tersebut akhirnya juga meninggal dunia. Dan beliaupun lalu diasuh oleh pamannya, Abu Thalib, yaitu seseorang yang terpandang dikalangan Quraisy dan disegani pula oleh kaumnya.

Ketika berusia 12 tahun, Nabi Muhammad SAW diajak oleh pamannya berdagang ke Syam. Sampai di suatu dusun perbatasan Syam, mereka lalu bertemu seorang pendeta Nasrani, bernama Bahira. Dari kitab Taurat dan Injil yang dipelajarinya, pendeta Bahira dapat mengetahui cirri-ciri kenabian yang ada pada diri Nabi Muahmmad SAW yang masih kecil itu. Sang pendeta lalu meminta Abu Thalib kembali ke Makkah, agar Nabi tidak diganggu bahkan dibunuh oleh orang-orang Yahudi di negeri Syam.

Setelah Nabi Muhammad SAW berusia hampir 25 tahun, Abu Thalib merasa bahwa kemekanannya itu telah cukup dewasa. Maka dipanggilnya Nabi Muhammad SAW, lalu ditawarkan kepadanya suatu pekerjaaan yang menguntungkan, yaitu memperdagangkan barang dagangan milik Siti Khadijah, seorang janda kaya di Makkah. Ia dikenal sebagai wanita Quraisy yang mulia karena keturunan dan akhlaknya. Ia adalah wanita budiman, gemar membantu sesamanya, dan senantiasa menjaga kehormatan dirinya.

Siti Khadijah akhirnya menyambut nabi dengan dengan senang hati. Hal ini karena Khadijah karena pun telah cukup mengenal Nabi Muhammad SAW d

Continue reading on next page...



RELATED ARTICLE