Perempuan yang Menyerupai Laki-laki | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Perempuan yang Menyerupai Laki-laki

Banyak yang bilang bahwa zaman sekarang, orang bisa dengan bebas berekspresi. Tak jarang, aturan pun ditabrak, dan bagi mereka itu adalah sebuah prestasi. Aturan dianggap hanya sebagai pajangan, norma hanya sebagai omongan, etika serta sopan santun sebagai pemanis buatan, dan hal nyeleneh malah sebagai kebanggaan. Semua diatas namakan hak masing- masing orang yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun.

Miris memang, namun beginilah kenyataan yang banyak terjadi disekitar kita.  Salah satu contohnya adalah seorang wanita tulen yang berpenampilan dan bertingkah laku layaknya laki-laki. Masyarakat kita kebanyakan malah menganggap hal ini sebagai yang biasa atau yang tidak perlu dipersoalkan. Padahal, hal ini adalah masalah yang tidak sepele saja Dihadapan  Allah Ta’ala. Rasulullah SAW telah bersabda, “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR.Ahmad).

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari).

Dan tak hanya dalam perbuatan atau perkataan saja, dalam hal penampilan, wanita pun harus berlaku sebagai wanita, dan tidak diperbolehkan untuk menjadi seperti laki- laki. Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, begitu pula wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR.Ahmad).

Namun manakah yang menjadi gaya dan pakaian wanita, di sini tergantung pada masing-masing daerah. Karena ada yang menjadi gaya wanita di sebagian tempat, namun tidak menjadi masalah bahkan menjadi budaya berpakaian di tempat lainnya. Namun pada intinya adalah wanita tidak diperbolehkan untuk berpenampilan atau berpakaian seperti laki-laki.

Hijabers, Seorang muslimah sejati akan selalu mengutamakan Allah dan Rasulnya diatas apapun kepentingan dan keinginannya. Hal ini termasuk dalam perkataan maupun perbuatannya. Imannya akan menuntunnya untuk berpendapat, “untuk apa bisa bergaya dan dianggap gaul dihadapan manusia, namun ternyata “kurang” dihadapan Allah?”

Semua orang bahkan seluruh dunia ini boleh berpendapat, namun tetaplah hanya Allah dan aturannya yang berlaku. Karena Allah adalah pencipta satu-satunya semua ini, berikut kita para makhluknya. Dia pemilik kekuasaan mutlak segalanya. Kita serta aturan kita bukanlah apa-apa dan bukan siapa-siapa. Lalu mengapa masih menyelisihi aturan Allah yang dibuat justru untuk memulyakan kita?

Banggalah menjadi wanita yang seutuhnya. Bukan berarti kita akan terlihat lemah. Bahkan seorang wanita sebenarnya bisa lebih kuat dari pada laki-laki namun tanpa harus menjadi laki-laki. Allah dengan telah indah menciptakan kodrat masing-masing makhluknya. Hal ini tidak lain adalah untuk memulyakan kita, dan juga untuk menghindari kerusakan di dalam kehidupan kita. Inilah salah satu bukti betapa Maha penyayangnya Allah kepada kita.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top