Pengorbananmu Terlalu Banyak, Kawan! | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Pengorbananmu Terlalu Banyak, Kawan!

505 kali dilihat

Cewek memang identik dengan perasaannya yang halus dan hatinya yang mudah tersentuh. Hal ini bisa jadi sebuah kekuatan sekaligus kelemahan bagi si cewek itu sendiri. Contoh aja, poin positifnya adalah karena perasaannya itu si cewek akhirnya berhasil menjadi ibu yang penuh kasih sayang pada anak-anaknya. Namun sebaliknya, ada juga poin negatif di sana. Perasaan yang terlalu dalam dan terlalu di turuti juga bisa jadi tunggangan setan buat menyesatkan cewek itu sendiri. Akhirnya, dia gampang galau, sedih, bahkan berbuat yang di luar akal sehat, hanya karena sekedar ingin menuruti perasaannya tersebut.

Seperti contohnya ketika seorang cewek sedang jatuh cinta. Kebanyakan yang terjadi adalah dia rela melakukan apapun untuk cowoknya. Semua dengan alasan agar si cowok bahagia. Padahal nggak jarang, diakhir cerita yang dilakukannya itu justru membawa penderitaan bagi dirinya sendirinya. Tapi nggak tahu kenapa dia tetap tidak perduli. Orang di kiri- kanannya mungkin juga sempat mengingatkannya tentang hal ini. Tapi dia tetap aja kekeh dengan apa yang diyakininya benar.

Dan dibanyak kasus juga kejadian, si cewek barulah sadar ketika ternyata apa yang diperbuatnya itu nggak dihargai bahkan di khianati oleh cowok yang dicintainya. Disanalah baru dia merasa kalau pengorbanannya ternyata sia-sia aja. Nggak cuma hatinya yang hancur, tapi hidupnya juga berakhir kacau. Apalagi kalau si cewek sempat melakukan “hubungan terlarang” dengan dalih pembuktian cinta. Diapun akhirnya cuma bisa nangis, menyesal dan menyalahkan dirinya sendiri.

Diakuin atau nggak, hal seperti ini nggak cuma satu dua kali kejadian, kawan. Dan seharusnya cukup jadi contoh buat kita agar nggak ngalamin hal yang sama. Kenapa harus bela-belain membuktikan pengorbanan diri untuk sesuatu dan atau seseorang yang belum pasti jadi masa depan kita seterusnya, alias yang akan menikah dengan kita? Dan buat apa harus menyiksa diri sendiri dengan kesedihan kalau kita bisa memilih bahagia?

Kawan, jadi cewek kudu pintar. Walaupun memang kebanyakan perasaan lebih mendominasi kita, tapi bukan berarti kita boleh menghancurkan diri sendiri dengan perasaan kita itu, kan? Apalagi jika itu hanya untuk sebuah kesenangan sesaat yang bawa penyesalan selama hidup kita. Jadi, pertimbangkan lagi apa-apa yang akan kita lakukan, terutama tentang efek jangka panjangnya dari semua perbuatan itu. Karena kalau nggak, maka perasaan itu akan seperti bumerang buat kita yang akan terus-menerus menuntut pengorbanan yang nggak sedikit dari diri kita.

Saatnya untuk belajar lebih dewasa, dan lebih matang walaupun umur kita masih muda, kawan. Karena kita butuh yang namanya bahagia. Dan kebahagiaan yang baik sesungguhnya adalah tentang pilihan sikap kita, atas hidup kita sendiri. Jadi jangan sampai kita memilih untuk mengorbankan diri demi sesuatu yang justru akan membuat kita banyak menyesal di kemudian hari. Setuju?

 

(NayMa)


Artikel Terkait Lainnya..
Tipe-Tipe Marahnya Cewek

RELATED ARTICLE