Pengen Banget Bisa Lihat Allah | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Pengen Banget Bisa Lihat Allah

Dulu, Nabi Musa pernah berdoa kepada Allah agar menampakkan diriNya. Dan karena itulah, Nabi Musa akhirnya lalu mendapatkan pengalaman di luar nalar yang sangat dahsyat. Cerita ini tertulis abadi didalam Alquran, tepatnya dalam surat Al-A'raf.

“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhannya telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, ‘Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau…” (QS. Al-A’raf: 143)

 

Semua permintaan Nabi Musa itu di dorong oleh rasa rinduNya kepada Allah Ta’ala. Dan akhirnya beliau meminta sesuatu yang nggak seharusnya dilakukan manusia. Tetapi walaupun begitu, Allah tetap dengan belas kasih menjelaskan bahwa Nabi Musa nggak akan mampu melihat Allah. "Engkau sekali-kali tidak akan mampu melihatku, tetapi arahkanlah pandangan engkau ke gunung itu. Maka jika ia tetap pada tempatnya , niscaya engkau dapat melihatku...” (QS. Al-A’raf: 143).

 

Allah lalu menunjuk sebuah gunung yang sedang berdiri gagah. Tapi inilah yang terjadi selanjutnya, kawan. “Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh…” (QS. Al-A’raf: 143).

 

Gunung itu seketika hancur rata dengan tanah, kawan. Nabi Musa saat itu sangat takut. “Dan, Musa pun jatuh pingsan...” (QS. Al-A’raf: 143). Dan ketika beliau telah tersadar lagi, akhirnya Nabi Musa menyadari kalau dia telah melakukan permintaan yang melebihi batas. “Dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". (QS. Al-A’raf: 143).

 

Kawan, mungkin banyak dari kita yang juga merasa penasaran, “Apa iya sih Allah itu ada? Kalau ada seperti apa sih wujudnya?”. Kejadian yang dialami oleh Nabi Musa ini memberikan kita banyak sekali pelajaran. Bahwa kita cuma manusia biasa yang sangat lemah. Sedang Allah Maha Kuasa diatas segala- galanya. Selama kita hidup di dunia kita nggak akan bisa melihat Allah karena saking lemahnya kita. Tapi Allah memang benar- benar ada, kawan. Dan jangan pernah ragukan itu. Di dalam AlQuran, telah abadi tertulis bahwa, Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Hadid :4)

 

Kita memang tidak bisa melihat Allah, tapi Allah senantiasa bersama kita dalam apapun, dimanapun, dan bagaimanapun keadaan kita. Karena Dia adalah maha kuasa atas segala sesuatu. Dan itu adalah sebuah kepastian, kawan.

 

Kita akan bisa memandang wajah Allah ketika inshaAllah kita berada di surgaNya nanti. Dan hal itu adalah memang salah satu kenikmatan yang disediakan Allah ta’ala bagi orang mukmin di dalam surga. Dari seorang sahabat yang mulia, Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Jika penghuni surga telah masuk surga, Allah ta’ala berfirman: “Apakah kalian mau tambahan nikmat (dari kenikmatan surga yang telah kalian peroleh)? Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Dan Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka? Kemudian Allah singkap hijab (penutup wajahNya yang mulia), dan mereka mengatakan, “Tidak ada satupun kenikmatan yang lebih kami cintai dari memandang wajah Allah Ta’ala. (HR. Muslim)

 

Semoga kita adalah salah satunya yang diijinkan oleh Allah untuk mendapatkan kenikmatan itu nanti. Karena itu, selama kita di dunia sudahilah dulu kesibukan kita cuma buat fokus ingin tahu tentang gimana sih wujud Allah itu. Semua nanti akan ada waktunya, kawan. Cukup sekarang kita banyak-banyak membenahi diri agar kita bisa termasuk golongan orang- orang beruntung yang bisa masuk ke dalam surgaNya Allah. Karena disana sajalah kita nantinya bisa mengobati kerinduan kita untuk bertemu dengan Allah Ta’ala.

 

(NayMa)


Artikel Terkait Lainnya..

RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top