Pemboros Adalah Saudara Setan | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Pemboros Adalah Saudara Setan

267 kali dilihat

(DiaryHijaber.com) - Cobaan kita di dunia memang beragam bentuknya. Salah satunya adalah dalam hal harta benda. Ada orang yang begitu miskin dan kurang hartanya. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari mereka saja, sampai kesusahan setengah mati. Allah Ta’ala mungkin ingin menguji kualitas sabar serta tawakkal mereka dalam iman, ketika mereka miskin kala itu. Disisi lain ada orang yang melimpah ruah hartanya, bahkan sampai tujuh turunannya. Mereka bisa membeli dan mendapatkan apapun yang mereka mau tanpa harus susah susah bekerja. Namun tahukah kita bahwa yang seperti ini juga adalah ujian dan malah yang lebih besar dari pada kemiskinan? Karena faktanya keadaan dimana harta sangat berlimpah justru lebih gampang menggelincirkan manusia kepada maksiat dan kemungkaran kepada Allah ta'ala.

 

Salah satu contoh kecilnya adalah sifat boros. Seseorang ketika memiliki banyak harta tidak akan gampang merasa kehilangan walaupun telah banyak membeli barang yang seharusnya tidak perlu. Namun, tahukah kita bahwa hal ini justru adalah salah satu celah setan dalam menyesatkan kita? Karena akhirnya orang yang boros hari- harinya malah disibukkan dengan dunia dan dunia saja. Diapun terlalaikan oleh semua itu dan semakin jauhlah dia dari Allah.

 

Karena itu tak heran bila kemudian, Allah Ta’ala kemudian mengingatkan kita di dalam firmannya, bahwa “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 27).

 

Ibnu Katsir juga mengatakan, “Disebut saudara setan karena orang yang boros dan menghambur-hamburkan harta akan mengantarkan pada meninggalkan ketaatan pada Allah dan terjerumus dalam maksiat.”

 

Syaikh As Sa’di rahimahullah mengatakan, “Orang yang boros disebut temannya setan karena setan tidaklah mengajak selain pada sesuatu yang tercela. Setan mengajak manusia untuk pelit dan hidup boros atau berlebih-lebihan. Padahal Allah memerintahkan kita untuk bersikap sederhana dan pertengahan atau tidak boros dan tidak terlalu pelit. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian (QS. Al Furqan: 67).

 

Hijabers, seorang muslimah sejati akan mengerti dan memaknai bahwa hidup adalah hanya tentang cobaan dari Allah, untuk tahu seberapa serius kita beriman dan bertakwa kepadaNya. Jika Allah memberi kelebihan dalam hal apapun, salah satunya dalam hal harta maka ia akan lebih memperbanyak syukur dan lebih mengkontrol diri. Sebaliknya, jika Allah memberinya keadaan yang kurang dari yang diinginkan seperti contohnya kemiskinan, maka dia akan memperbanyak sabar, tawakkal dan usaha. Dia tidak lalu banyak mengeluh atau memaki takdirnya, dan atau sebaliknya memuaskan nafsunya dengan berlaku boros dan malah membuat Allah murka terhadapnya.

 

Semoga kita dimampukan oleh Allah menjadi muslimah dengan kualitas tersebut. Aamiin



RELATED ARTICLE