Ortumu Bukan Musuhmu | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Ortumu Bukan Musuhmu

Dalam hidup, konflik dengan orang lain baik itu yang besar atau yang kecil, pastilah tidak akan bisa kita hindari. Namanya dua kepala, pasti pemikirannya pun tidak sama. Karena masing- masing dari kita punya pengalaman, kebiasaan, cara asuh dan latar belakang yang berbeda pula.

 

Begitu pula ketika kita berselisih paham dengan orang tua kita. Kita sering berpendapat begini, sedang orang tua mintanya begitu. Kita yang masih muda akhirnya kebanyakan malah menentang orang tua dengan alasan “mereka nggak ngerti gue”.

 

Kawan, pahamilah bahwa di dunia ini berlaku “Nothing’s perfect”. Nggak ada sesuatu yang sempurna, termasuk kesempurnaan dalam sebuah kebenaran. Kita dan orang tua mungkin bisa sama- sama salah dalam berpendapat. Karena itu, dari pada bersikap frontal dan kasar dengan pendapat mereka, lebih baik kita pikirkan pendapat mereka sebagai sebuah nasehat dan masukan bagi kita.

 

Karena biar bagaimanapun, mereka yang terlebih dahulu "makan asam garam" dunia ini. Dengan kata lain, orang tua memang lebih banyak pengalaman dibanding kita yang kadang masih “hijau” lugu dan cupu serta suka mikir pendek dalam banyak hal. Jangan cuma sekedar mengandalkan emosi dalam bertindak, apalagi ketika kita berhadapan dengan orang tua kita. Karena sebagai orang beriman, bagaimanapun marah dan kesalnya, kita harus tetap patuh pada perintah Allah yang memerintahkan kita untuk tetap menghormati orang tua kita.

 

Allah berfirman di dalam AlQuran, (yang artinya), “Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil”  (Al-Isra : 24)

 

Mengalah ketika berbeda pendapat dengan orang tua bukan berarti kalah, kawan. Lagi pula mereka bukanlah lawan yang harus kita kalahkan. Mereka hanya mungkin sedang berpendapat yang menurut mereka baik berdasarkan ilmu yang mereka tahu, pengalaman dan latar belakang kehidupan mereka dulu. Nggak perlu kita lalu bersikap emosional dan marah-marah. Karena pas atau tidaknya pendapat orang tua buat kita itu, toh yang mereka niatkan dan pikirkan itu hanya satu ujungnya, yaitu kebaikan kita. Dan itu adalah hal yang tetap harus kita hargai.

 

Dengan tetap bersikap santun dan mengalah, berarti kita bisa meluaskan hati kita untuk menghindari konflik yang nggak guna, dan nggak ada habisnya. Dan disanalah akhirnya kualitas kita terbukti, walaupun kita ini lebih muda.  Kita membuktikan bahwa jiwa kita dewasa menerima perbedaan, tetap adem dan damai sentosa.

 

Karena itu kawan, jika kita berselisih pendapat dengan mereka selesaikanlah dengan cara yang baik, kata-kata yang tetap santun, dan sikap yang tetap menghormati mereka, walaupun semua itu memang sangat susah dilakukan. Tapi, kalau semua bisa di bicarakan dengan kepala dingin, kenapa harus pakai emosi yang akhirnya malah membawa suasa semakin runyam? Lagi pula dengan tetap bersikap santun kepada orang tua kita, InshaAllah akhirnya lama-lama merekapun akan luluh dan bisa mempertimbangkan pendapat kita, atau malah akan menerima pendapat kita. Jadi kuncinya memang ada di kita, kita mau bersabar dan tetap menghormati mereka atau nggak. Semua tergantung pada pilihan sikap kita sendiri.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top