Orang yang Paling Sengsara di Dalam Hidupnya | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Orang yang Paling Sengsara di Dalam Hidupnya

Setiap orang pasti ingin bahagia dalam hidupnya. Tapi tahukah kita, ada beberapa orang di dunia ini, yang senang terus menerus hidup dalam kesengsaraan. Hal ini bukan disebabkan karena orang lain, melainkan karena dirinya sendiri yang suka memelihara sifat iri kepada orang lain. Hari-harinya habis hanya untuk membicarakan dan membahas orang yang membuatnya iri hati tersebut. Waktunya banyak terfokuskan kepada satu orang itu. Buruk sangka dan bahkan fitnah disebarkan kemana-mana, agar si korban tersebut terlihat buruk dimata orang lain. Semua karena ketidaksukaannya melihat orang tersebut bahagia, sedangkan menurutnya dia tidak bisa merasakan semua itu.

Hijabers, Allah adalah satu-satunya pencipta kita. Dia pula satu-satunya yang paling tahu yang terbaik buat kita. Dia juga yang Maha mengerti apa yang pas dan pantas serta yang tidak untuk kita. Mungkin dalam pikiran kita, hal tersebut adalah sebuah kekurangan, namun sebenarnya Allah sedang memberikan kelebihan buat kita. Salah satu contohnya, dalam pandangan manusia kita mungkin terlihat miskin, tapi sebenarnya Allah punya maksud agar kita tidak terlalu sibuk dan tersita waktu kita hanya untuk dunia. Dia memberikan lebih banyak waktu bagi kita untuk bisa lebih dekat denganNya.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain, (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (An Nisa: 32).

Allah Maha mengetahui segala sesuatu, sedangkan kita tidak. Karena itu, jika kita tidak ingin hidup kita terus menerus tersiksa dengan rasa iri, banyak-banyaklah berprasangka baik kepada Allah, dan banyak bersyukur kepadaNya. Lihatlah manusia sebagai manusia, yaitu makhluk yang tidak akan pernah bisa sempurna. Semua punya jatah kelebihan dan kekurangan masing- masing. Mungkin dia lebih disatu sisi, tapi pasti dia akan memiliki kekurangan disisi lain, yang mungkin kekurangan itu justru menjadi kelebihan kita.

Selain itu, urusan kita yang lebih penting untuk diselesaikan masih banyak Hijabers, dari pada hanya sekedar mengurusi hidup orang lain yang malah akan membawa dosa buat kita. Biarkan dia dengan kebahagiaannya, dan mari kita cari kebahagiaan kita sendiri. Bukankah seperti itu gambaran orang yang bersih hatinya, yang senang melihat orang lain senang, dan malah bukan sebaliknya?

Hitam dan putih selamanya tidak akan bisa menjadi satu. Dosa dan pahala memiliki tempat yang terpisah, dan tidak mungkin berada pada satu hati. Dan sekarang cek!, apakah kita termasuk yang “hitam” yang memenuhi hati kita dengan iri, atau yang “putih” yang bisa dengan ikhlas mendoakan kebahagiaan bagi temannya yang lain agar bisa lebih bahagia?



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top