Muslim Plus Lebih Oke | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Muslim Plus Lebih Oke

Manusia memang butuh kepentingan dunia. Tapi seperti kita tahu kalau dunia berikut kepentingannya itu, nggak akan ada habisnya. Semakin kita dikejar dan rakus akan dunia, kitapun akan makin haus dan lapar. Akhirnya jiwa kita jadi kosong, nggak ngerti arah kudu kemana. Kiri kanan nggak jelas aja. Hidup tambah tua, tapi tanpa “isi” yang berharga.

 

Karena itu kita butuh punya iman kepada Allah Ta’ala. Hanya iman yang bisa menyeimbangkan kebahagiaan jiwa dan raga kita. Iman juga yang jadi pengingat kita kalau pas lagi off side dengan kepentingan dunia. Cuma iman yang bisa memberi kita jeda sebentar dari kepentingan dunia. Kalau nggak ada iman, kita ibarat mobil yang blong remnya. Udah pasti nubruk dan celaka. Kita cuma sibuk dengan dunia, dan pas datang waktu ajal kita, ya sudah mati gitu aja.

 

Iman juga yang membuat kita nggak lupa daratan tentang siapa kita. Pandangan iman itu juga membuat kita ngerti tentang posisi kita, kalau semua yang kita punya cuma sekedar sandangan dan bukan hal yang permanen. Jadi kitapun akan sadar untuk selalu memanfaat apapun yang kita punya buat melakukan sesuatu demi membela agama Allah.

 

Sekedar contoh saja, iman yang membuat seseorang dokter nggak cuma sekedar dokter. Tapi dokter yang penuh dedikasi kepada pasiennya, karena mengharap ridho Allah. Pekerjaannya bukan sekedar menyembuhkan pasien, penghasilan lebih dan atau penghormatan orang lain. Tapi lebih dari itu, dengan kemampuannya menjadikan dia akan lebih dekat dengan jalan dakwah. Contohnya, dengan banyak membantu pasein kurang mampu, mengadakan berbagai bakti sosial, banyak mendakwahkan tentang cara- cara pengobatan islami, dan lain- lain.

 

Iman juga membuat seorang pengusaha tidak hanya sekedar pengusaha. Tapi pengusaha yang punya aturan main buat berusaha dengan cara yang Allah ridhoi. Contoh, pengusaha yang mengajak masyarakat menggalakkan program menjauhi riba, yang menggalakkan aturan syariah dalam banyak sisi usaha yang dibangunnya, dan lain sebagainya.

 

Jika ada imanpun, seorang guru atau dosen juga nggak akan cuma jadi sekedar dosen. Dengan ilmunya dia mengarahkan dan mengingatkan banyak orang untuk tidak sekedar berilmu namun juga mengamalkan ilmu itu untuk bekal nanti di kehidupan akhirat. Dalam banyak hal pula, dia menjadi teladan bagi anak didiknya, karena pola pikir dan tingkah lakunya yang Islami, yang sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dan Rasulnya.

 

Akhirnya, apapun profesi kita didunia, sebenarnya bisa mengantarkan kita sebagai mujahid- mujahid mulia. Semua karena adanya iman kepada Allah Ta’ala. Kitapun bisa berjihad dengan hati, lisan, badan, dan jiwa kita untuk bisa mendekatkan diri dan mengajak orang lain mendekatkan diri kepada Allah. InshaAllah, itulah akhirnya yang menyebabkan kita akhirnya bisa jadi lebih istimewa dihadapan Allah.

 

Kawan, surga itu mahal, dan butuh perjuangan buat mendapatkan semuanya. Karena itu jangan pernah puas cuma sekedar jadi manusia yang apa adanya. Tapi jadikanlah diri kita dan apapun profesi atau kebisaan yang kita, sebagai poin plus pada diri kita. Muslim yang plus itu lebih oke dan lebih mulia pastinya. Semua dengan cara menghadirkan iman kepada Allah dalam setiap pekerjaan kita. Karena kalau nggak, kita hanya akan terjebak di kepentingan dunia saja. Tidak ada nilai pahala, atau ketenangan jiwa disana. Buat apa kita sukses dalam pandangan manusia kalau dalam pandangan Allah kita ternyata nggak bagus- bagus amat. Ya nggak sih, teman?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top