Minuman Beralkohol Sebagai Satu Satu Sumber Kerusakan | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Minuman Beralkohol Sebagai Satu Satu Sumber Kerusakan

Minuman keras sangat berbahaya bagi tubuh dan iman kita. Namun anehnya banyak dari kita yang justru menjadikan minuman ini bagian dari gaya hidup yang ada di level atas. Tak jarang juga kita menganggap bahwa minuman keras adalah jalan keluar dari suatu masalah. Jadi ketika kita merasa suntuk atau buntu dengan kehidupan, kita dengan mudah melarikan diri bersama minuman keras tersebut. Kita berharap masalah dapat selesai, dan kita bisa santai sejenak melepas penat dikepala.

Lalu apakah masalah kita benar-benar selesai? Jawabnya pasti tidak. Yang ada minuman keras malah membuat kita semakin membuat kita larut dalam situasi yang memusingkan. Seperti kisah yang diceritakan oleh Utsman bin Affan berikut ini,

Dahulu ada seorang  ahli ibadah yang biasa pergi ke masjid dan ia disukai oleh seorang pelacur. Pelacur tersebut mengutus pembantunya untuk menyampaikan pesan, “Kami mengundang engkau untuk suatu kesaksian.”

Ahli ibadah itu pun pergi bersama pembantu tersebut. Ketika dia sudah sampai dan masuk ke rumah sang pelacur, segera pelacur itu menutup rapat semua pintu rumahnya, dan tak ada orang lain. Mata sang ahli ibadah tertuju ke sosok seorang wanita yang amat cantik tersebut yang sedang membawa secawan minuman keras dan dekatnya ada bayi yang masih kecil.

Wanita tersebut berkata, “Demi Allah, aku tidak mengundangmu untuk sebuah kesaksian, tapi aku mengundangmu agar engkau bercinta denganku, atau engkau ikut minum khamar barang segelas bersamaku, atau engkau harus membunuh bayi ini.” Jika engkau menolaknya, maka saya akan menjerit dan berteriak, ‘ada orang memasuki rumahku.

Akhirnya sang ahli ibadah bertekuk lutut dan dia berkata, “Zina, saya tidak mau. Membunuh juga tidak.” Lalu ia memilih untuk meminum khamar seteguk demi seteguk hingga akhirnya ia mabuk. Dan setelah mabuk hilanglah akal sehatnya yang pada akhirnya ia berzina denngan pelacur tersebut dan juga membunuh bayi itu.

Lantas ‘Utsman berkata, "karena itu jauhilah minuman keras, karena demi Allah, sesungguhnya iman tidak dapat menyatu dengannya di dalam dada seseorang, melainkan harus keluar salah satunya." (HR. An-Nasa’i)

Maka benarlah apa yang disabdakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam, bahwa minuman keras yang memabukkan itu adalah induk segala macam kerusakan. Beliau Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, (yang artinya), Khamar adalah induk berbagai macam kerusakan. Siapa yang meminumnya, shalatnya selama 40 hari tidaklah diterima. Jika ia mati dalam keadaan khamar masih di perutnya, berarti ia mati seperti matinya orang Jahiliyyah. (HR. Ath-Thabrani).

Hal inilah yang membuat minuman keras yang memabukkan tersebut akhirnya diharamkan oleh Allah Ta’ala. Allah adalah yang Maha penyayang kepada kita, karena itulah Allah membuat aturan ini, agar kita tidak terjerumus lebih dalam, menjadi manusia yang lebih rusak, dan sangat merugi.

Allah Ta’ala berfirman,

 “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah rijsun termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al Ma-idah: 90-91).



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top