DiaryHijaber
Minta Maaf Kepada Tuhan, Bukan Mantan | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Minta Maaf Kepada Tuhan, Bukan Mantan

"Dear mantan, maafkan aku yang dulu." Kalimat ini seakan menjadi viral dimana-mana sekarang ini. Penyesalan atas sebuah keadaan ataupun perlakuan yang dulu pernah dilakukan kepada mantan pacar, sepertinya sangat terekspresikan lewat kalimat tersebut. Kadang disertai gambar, atau hanya sekedar lukisan saja, banyak orang kemudian ikut-ikutan latas meramaikan meme dadakan ini.

Anak-anak muda yang tentu saja adalah yang paling menikmati adanya moment ini. Mereka tentu saja tidak melewatkan hal ini begitu saja tanpa sebuah "kreasi." Ada yang menganggapnya sekedar untuk  bercanda, ada pula yang serius mengirimkan kata-kata ini untuk para mantan pacar mereka.

Moment ramai ini ditangkap pula oleh media, yang kemudian menyebarkan pengaruhnya menjadi lebih semakin luas. Hasilnya, sampai sekarang televisi bahkan sering membahasnya dalam beberapa acara talkshow  ataupun komedi.

Dan kita mungkin salah satu dari anak muda tadi yang ikut sebagai penggembira dari moment ramai musiman tersebut. Kita seakan bisa dengan gampang mengekspresikan rasa menyesal kita kepada mantan atas sesuatu yang telah lalu. Tapi jika hal itu terjadi pada hubungan kita dengan Allah,  apakah mungkin kita juga akan menyesal dengan level yang sama atau mungkin lebih, Hijabers?

Sungguh, jawaban jujur dari diri kita sendiri itu akan menggambarkan kualitas iman kita yang sesungguhnya.  Dan bagi seorang hamba yang taat pastilah rajin memohon ampun atas segala kelemahan dan kesalahannya. Hatinya pasti mengakui bahwa dia adalah lemah dan banyak dosa. Maka sudah sepantasnya lah dia selalu mohon ampun kepada yang kuasa. Dengan begitu batinnya akan tentram dan bahagia karena hati yang merunduk itu tempat rahmat Allah dicurahkan.

 

Maka benarlah apa yang telah difirmankan oleh Allah di dalam Alquran, “Dan bertaubatlah engkau semua kepada Allah, hai sekalian orang Mu’min, supaya engkau semua memperoleh kebahagiaan.” (an-Nur: 31)

Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.” (An Naml 46)

 

Hal ini jelas beda dengan mereka yang mengutamakan ego atau merasa diri mereka minim kesalahan. Hati mereka akan mudah mengeras dan susah untuk menerima kebenaran. Karena mereka telah menganggap diri mereka telah baik dan lebih baik, sehingga mereka merasa tidak perlu memohon ampun atas kekhilafan mereka.

Padahal Allah lah yang paling tahu siapa hambanya yang lebih bertakwa. Allah satu satunya yang maha benar dalam menilai kualitas kita yang sesungguhnya.

 

Allah Ta’ala berfirman: Janganlah engkau semua melagak-lagakkan dirimu sebagai orang suci. Allah adalah lebih mengetahui kepada siapa yang sebenarnya bertaqwa.” (an-Najm: 32)

 

Hijabers, jika kita saja bisa merasa bersalah kepada sesama manusia, entah teman, atau bahkan mantan pacar, lalu kenapa kita tidak lebih memiliki keinginan untuk juga meminta maaf dosa kita begitu banyak dan begitu besar kepada Allah? jangan takut dan jangan pernah menunda untuk melakukannya, sebab Allah itu Maha Pengampun. Sifat Pengampun Allah jauh lebih besar daripada dosa kita jika kita bertobat. Bahkan seandainya dosa itu sebanyak bintang di langit, sebanyak pasir di pantai, atau sebanyak buih di lautan, niscaya Allah akan mengampuninya jika kita bersungguh bertobat hanya kepada Allah.

Semoga Allah melembutkan hati kita untuk melakukan semua itu. Dan semoga Allah memaafkan segala kesalahan kita, baik yang kita sengaja ataupun yang tidak kita sengaja.

 

Robbana zholamna amfusana wa illam taghfir lana wa tarhamna lanakuunanna minal khoosiriin

Artinya :

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi” (Al A’raaf 23)

 

Sesungguhnya minta maaf kepada siapa saja. Jika Hijabers merasa bahwa meminta maaf kepad mantan itu perlu, lakukanlah. Tetapi jangan sampai melupakan Allah. Minta maaflah kepada Allah karena salah yang mungkin tanpa sengaja kita lakukan. Semoga kita selalu mengingat Allah. Amiin.

 

 

 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top