Merayakan Kehidupan | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Merayakan Kehidupan

292 kali dilihat

Merayakan kehidupan

Maha Kuasa Allah dan Maha Indah Dia atas apa-apa yang diciptakanNya. Dia yang membuat kehidupan dan Dia juga yang memelihara kehidupan ini. Lihatlah bukti kuasaNya, alam semesta yang begitu dahsyat, manusia-manusia yang setiap mereka memiliki keunikan tersendiri, dan jagat raya yang siapapun belum bisa mengukur luas pastinya berapa. Maha Besar Allah dengan segala yang ciptaanNya.

Dia yang merawat kita, ketika masih dalam kandungan ibu kita. Dia yang menjadikan kita dalam bentuk yang indah seperti saat ini. Dia pula yang lalu memberikan begitu banyak nikmat atas perwujudan kasih sayangNya. Nikmat itu begitu banyak dan tak terhingga kepada kita, sehingga ketika kita ingin menghitungnya, maka kita nggak akan sanggup karenanya.  Semua tetap kita dapatkan, walau dalam keadaan kita taat kepadaNya atau tidak.

Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya),

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs. An Nahl: 18)

Hidup adalah hadiah terbesar dari Allah. Dan hidup adalah benar-benar anugerah yang nggak ternilai harganya. Artinya nggak ada materi yang bisa membeli harga nyawa kita. Banyak juga hal-hal yang berharga dalam hidup yang nggak bisa dinilai dengan harta dunia. Itulah salah satu bukti kalau memang hidup adalah sangat berharga.

Lalu mengapa masih ada dari kita yang nggak menghargai hidup? Mengapa banyak diantara kita hanya menilai bahwa yang berharga hanyalah uang, harta, kekuasaan dan beragam barang dunia saja? Dan jika semua itu nggak ada, maka selesailah pula kegembiraan kita.

Padahal setiap nafas kita begitu berharga. Bahkan mereka yang mati rela menukar segalanya, agar bisa kembali bernafas seperti kita kembali. Di dalam Al Quran tertulis, “Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Qs Al Mukminun: 99-100)  

Jadi mari kita rayakan kehidupan. Merayakannya dengan banyak berbuat baik sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Sebagai wujud syukur atau terima kasih kita atas hadiah kehidupan yang begitu berharga ini.

Buat apa merusak hidup dengan maksiat dan hal-hal yang merusak? Yang berharga seharusnya dirawat, terawat, dijaga dan terjaga agar tidak tercermari dengan hal-hal negatif.  Karena jika tidak toh diri kita sendiri yang nantinya akan menyesal karena sudah menyia-nyiakannya.

Ya, akan ada suatu masa dimana kita pasti akan menyesal ketika sudah menyia-nyiakan hidup kita yang indah ini. Dan sayangnya, ketika kita sudah menyesal itu, kita nggak akan bisa balik lagi dan berharap bahwa semua akan persis kembali seperti semula.

Tapi selanjutnya lihatlah betapa penyayangnya Allah, bahwa dia lalu masih menyediakan ampunan bagi kita untuk kembali dan menjadi hamba yang baik atau bahkan lebih baik dari yang dulu. Lalu kalau sudah begini, dari celah mana lagi seharusnya kita nggak bahagia, bersyukur dan berterimakasih atas kehidupan yang indah ini?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE