Menunggu Hujan Turun? Baca Doa Berikut | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Menunggu Hujan Turun? Baca Doa Berikut

260 kali dilihat

Allah Subhanahu Wata'ala adalah satu-satunya Zat yang maha Perkasa serta maha Kuasa. Hanya Dia lah satu- satunya yang mampu mengabulkan segala keinginan dan permintaan kita, bahkan tentang hal yang mustahil sekalipun. Salah satunya adalah permohonan agar diturunkan hujan, ketika musim kemarau sedang terik. Karena kadang di wilayah kita musim kemarau berlangsung sangat panjang, yang lalu membawa kesulitan bagi kita untuk beraktivitas.

Dan inilah salah satu cara dari tuntunan Rasulullah agar permohonan kita agar hujan segera turun tersebut bisa dikabulkan oleh Allah ta’ala.

 

  1. Memperbanyak istighfar (memohon ampun pada Allah)

Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya), “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Dahulu, Umar bin Al Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah meminta diturunkannya hujan, namun beliau tidak menambah istighfar hingga beliau kembali, lalu ada yang mengatakan padanya, ”Kami tidak melihatmu meminta hujan.” ‘Umar pun mengatakan, “Aku sebenarnya sudah meminta diturunkannya hujan dari langit”. Kemudian ‘Umar membaca salah satu ayat di Alquran, (yang artinya), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat”. Dan setelah itu, Umar pun lantas mengatakan,“Wahai kaumku, mintalah ampun kepada Rabb kalian. Kemudian bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan menurunkan pada kalian hujan lebat dari langit.”

 

  1. Istiqomah menjalankan syari’at Allah

Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya) “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’rof: 96)

 

  1. Mendirikan sholat Istisqa’

Shalat istisqa hukumnya sunnah muakkadah atau sangat ditekankan, ketika terjadi musim kering. Ibnu Qudamah berkata: “Shalat istisqa hukumnya sunnah muakkadah, ditetapkan oleh sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan Khulafa Ar Rasyidin.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dulu memerintahkan untuk melakukan sholat Istisqa. Sebagaimana dalam hadits ‘Aisyah Radhiallahu’anha.

 

Orang-orang mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang musim kemarau yang panjang. Lalu beliau memerintahkan untuk meletakkan mimbar di tempat tanah lapang, lalu beliau membuat kesepakatan dengan orang-orang untuk berkumpul pada suatu hari yang telah ditentukan”.

 

Aisyah lalu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar ketika matahari mulai terlihat, lalu beliau duduk di mimbar. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bertakbir dan memuji Allah Azza wa Jalla, lalu bersabda, Sesungguhnya kalian mengadu kepadaku tentang kegersangan negeri kalian dan hujan yang tidak kunjung turun, padahal Allah Azza Wa Jalla telah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada-Nya dan Ia berjanji akan mengabulkan doa kalian.”

 

Kemudian beliau mengucapkan “Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan." (QS. Al-Fatihah: 2-4).

"laa ilaha illallahu yaf’alu maa yuriid. allahumma antallahu laa ilaha illa antal ghaniyyu wa nahnul fuqara’. anzil alainal ghaitsa waj’al maa anzalta lanaa quwwatan wa balaghan ilaa hiin."

 

Artinya, Tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Dia, Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Engkau adalah Allah, tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Engkau Yang Maha kaya sementara kami yang membutuhkan. Maka turunkanlah hujan kepada kami dan jadikanlah apa yang telah Engkau turunkan sebagai kekuatan bagi kami dan sebagai bekal di hari yang di tetapkan).

 

Kemudian beliau terus mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putihnya ketiak beliau. Kemudian beliau membalikkan punggungnya, membelakangi orang-orang dan membalik posisi selendangnya, ketika itu beliau masih mengangkat kedua tangannya. Kemudian beliau menghadap ke orang-orang, lalu beliau turun dari mimbar dan shalat dua raka’at. Lalu Allah mendatangkan awan yang disertai guruh dan petir. Turunlah hujan dengan izin Allah. Beliau tidak kembali menuju masjid sampai air bah mengalir di sekitarnya. Ketika beliau melihat orang-orang berdesak-desakan mencari tempat berteduh, beliau tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya, lalu bersabda“Aku bersaksi bahwa Allah adalah Maha kuasa atas segala sesuatu dan aku adalah hamba dan Rasul-Nya. (HR. Abu Daud).



RELATED ARTICLE