Menjadikan Mukmin yang Amanah | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Menjadikan Mukmin yang Amanah

Menjadi orang yang dapat dipercaya, dapat dipegang kebenaran kata-katanya, serta dapat melaksanakan apa yang telah dititipkan kepadanya untuk dilaksanakan adalah bukan perkara yang gampang untuk dilakukan. Butuh banyak latihan, pengendalian diri dan niat yang kuat untuk bisa merealisasikannya. Apalagi di zaman sekarang dimana banyak kepentingan manusia yang kadang tiada habisnya. Hal ini seringkali membuat manusia dilema karena niat baik untuk berbuat amanah malah banyak berbenturan dengan keadaan yang kadang menyulitkan langkahnya.

Namun Allah sangat mengerti tentang semua itu. Karenanya, Allah menebus perbuatan mereka yang amanah dengan surgaNya yang mahal. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. As-Sajdah: 19).

Seorang mukmin pastilah tahu bahwa kehidupan di dunia adalah hanya sekedar tempat mengumpulkan perbekalan untuk nanti menyambut perjalanan abadi di akhirat. Karena itulah, memang surga adalah tempat terindah yang mereka cita-citakan. Dan hal apapun akan dilakukan untuk meraihnya, walaupun harus dengan melakukan sesuatu yang berat menurut mereka. Salah satunya adalah dengan melaksanakan amanah yang diberikan dengan usaha terbaik yang mereka punya.

Walaupun kadang halangan, cobaan dan rintangan dalam melaksanakan amanah tersebut selalu ada, tapi hanya karena Allah sajalah, mereka tetap bertahan dan menegakkan diri untuk tetap menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Walaupun bagi mereka mungkin kadang sulit menjalankan amanah yang dibebankan, namun yang lebih sulit adalah jika mereka harus hidup dalam kemurkaan Allah, atau berakhir hidupnya sebagai orang yang bergelar munafik, karena telah menyalahi tanggung jawab yang mereka lakukan. “Tiga tanda munafik adalah jika berkata, ia dusta, jika berjanji, ia mengingkari, dan ketika diberi amanat, maka ia ingkar.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tidak perlu orang lain yang harus menegur mereka ketika lalai dari menjalankan amanah, Bahkan hati mereka yang dipenuhi iman sudah terlebih dahulu menegur, berontak dan marah kepada dirinya sendiri. Karena hidup bagi mereka yang beriman kepada Allah adalah hanya perwujudan dari ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah semata. Inilah gambaran muslim sejati. Yang dapat menenangkan mereka yang memberi amanah, dan yang dapat memenangkan diri dari nafsu mereka sendiri untuk lalai dari menjadi orang yang amanah.

Mari kita bersama memohon semoga Allah membantu kita untuk menjadi salah satu golongan dari mereka. Aamiin.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top