DiaryHijaber
Menguatkan Jiwa Dengan Amalan Mulia | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Menguatkan Jiwa Dengan Amalan Mulia

Salah satu kenikmatan yang telah diberikan Allah kepada kita, adalah tidur. Saat tidur, badan kita terasa rileks setelah seharian beraktivitas. Bayangkan Hijabers, jika kita tidak bisa beristirahat sehari saja. Badan terasa begah, suasana hati juga ikut terasa tidak enak, dan aktivitas kita selanjutnya juga tidak akan bisa maksimal.

Tapi bagaimana jika porsi tidur kita itu terlalu banyak? Yang pasti kebiasaan ini akan memunculkan rasa malas. Kita jadi tidak produktif dan semangat dalam keseharian. Kebanyakan tidur juga memicu banyak penyakit tidak hanya pada tubuh kita, namun juga pada jiwa kita. Apalagi jika dengan banyak tidur itu kita melewatkan begitu saja banyak pekerjaan dan amalan baik seperti sholat ataupun membaca Al-Quran. Dan sehubungan dengan itu, Al-Quran yang mulia telah mengabarkan kepada kita, "Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” [Adz-Dzaariyaat/51:17-18]

 “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Rabb-nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkah-kan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” [As-Sajdah/32: 16-17]

Seorang muslim itu tidak terlalu banyak tidur, walaupun memang membutuhkan istirahat. Tetapi semua pastilah harus pas dengan porsinya. Dan seorang muslim tahu bahwa dia diciptakan di dunia bukan hanya untuk mengutamakan santai dan istirahat secara fisik saja. Jiwanya pun membutuhkan istirahat, ketenangan, keteduhan, dan kedamaian. Karena jiwa kitapun bisa merasakan lapar, bisa merasakan lelah, kosong, dan membutuhkan juga waktu untuk jeda dari semua aktivitas.

Setiap jiwa kita terpaut dengan penciptaNya, walau bagaimana pun kita tidak mengenal pencipta kita, teman. Jiwa kita tahu kemana dia harus “pulang” dan bersandar, mengisi ulang dirinya kembali akan terasa sehat dan bugar. Lewat kalam ilahi di dalam ayat-ayat A-Quran yang kita baca, lewat sholat-sholat malam dan sholat 5 waktu yang kita dirikan, lewat dzikir yang kita ucapkan, dan sederet amalan mulia itulah, ia merasa  kembali rileks, tenang dan tentram. “… Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. [ar Ra’d/13 : 28]

Jadi jangan biarkan waktu kita habis untuk hanya tidur dan bersantai. Jangan biarkan jiwa kita kosong, jangan biarkan dia sampai di titik puncak kelelahannya. Jangan biarkan ia memberontak, linglung dan bingung, fisik kitapun akan ikut koyak dan rusak. Hidup kita pun akan ikut berantakan. “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (Hr. Bukhari dan Muslim)

Selagi kita bertemu dengan bulan Ramadhan lagi dimana segala pahala kebaikan akan dilipatkan, Hijabers. Rahmat Allah juga dibentangkan seluas luasnya untuk kita. Marilah kita isi dengan amal baik yang akan menyehatkan jiwa kita. Semoga ketika nanti Ramadhan telah pergi, kita menjadi manusia yang lebih baik, lebih kuat dan lebih siap untuk menghadapi halangan apapun yang terjadi di hari hari kita selajutnya. Aamiin.

 

 

 

 

 



 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top